Jakarta, FORTUNE - Perusahaan pelayaran, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) memperluas kontribusi sosialnya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR): Perahu Sekolah. Program ini menyediakan akses transportasi gratis bagi guru dan siswa di wilayah kepulauan yang harus menyeberang laut atau perairan untuk menempuh pendidikan.
Salah satu siswa yang merasakan manfaat sarana tersebut ialah Zulfan, siswa kelas II Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum. Setiap pukul 06.30, Zulfan tiba di dermaga, menanti kedatangan perahu sekolah Sinar Waecicu yang akan mengantarkannya menyeberangi perairan dari Kampung Pegametan, Gili Gede, menuju Lombok Gede, Nusa Tenggara Barat. Ia harus menempuh perjalanan laut sekitar empat kilometer sampai tiba di sekolah.
Bagi Zulfan, laut tidak sekadar mengelilingi tempat ia tinggal. Ombak dan cuaca yang berubah-ubah membuat perjalanannya ke sekolah tidak selalu mudah.
Begitu pun Adam. Siswa kelas III SDIT Miftahul Ulum itu berangkat dari Kampung Tanjungan menuju Lombok Gede. Sebelum Perahu Sekolah tersebut ada, perjalanan Adam bergantung pada perahu kayu berbayar, yang berlayar tanpa standar keselamatan. Orang tuanya pun harus mengeluarkan biaya sekitar Rp200.000 per bulan untuk transportasi laut.
Dampak serupa dirasakan tenaga pengajar. Salah satunya Rohani, guru matematika yang mengajar di SD-SMPN Satu Atap 2 Sekotong, Lombok itu mengaku sebelumnya harus bolak-balik menggunakan sampan untuk mencapai sekolah. Dengan adanya perahu sekolah, biaya transportasi yang dikeluarkan dapat berkurang hingga sekitar Rp500.000 per bulan.
