Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perahu Sekolah, Mengantar Asa ke Seberang Laut
Perahu Sekolah, program milik PT Samudera Indonesia Tbk (Dok. Ekarina)
  • Program Perahu Sekolah PT Samudera Indonesia menyediakan transportasi bagi siswa di wilayah kepulauan yang harus menyeberangi laut untuk bersekolah.

  • Sinar Waecicu mengantar siswa dari Gili Gede dan Kampung Tanjungan menuju Lombok Gede, sekaligus membantu guru mengurangi biaya transportasi.

  • Program yang dimulai pada 2018 itu kini memiliki tujuh perahu, dengan dukungan kru, perlengkapan keselamatan, dermaga, dan pelatihan masyarakat lokal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2018

Program Perahu Sekolah dimulai di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

2025

Sinar Waecicu mulai beroperasi sebagai kapal terakhir dalam program Perahu Sekolah.

Rabu (15/10)

Head of Corporate Communication Samudera Indonesia Widya Saputra menyampaikan penjelasan mengenai kontribusi sosial perusahaan di Lombok.

Hingga saat ini

Samudera Indonesia mengoperasikan tujuh perahu sekolah yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Program Perahu Sekolah menyediakan transportasi laut bagi siswa dan guru di wilayah kepulauan yang menghadapi tantangan akses pendidikan.
  • Who?
    PT Samudera Indonesia Tbk menjalankan program ini, yang dimanfaatkan siswa seperti Zulfan dan Adam serta tenaga pengajar seperti Rohani.
  • Where?
    Perahu Sinar Waecicu melayani perjalanan dari Kampung Pegametan, Gili Gede, dan Kampung Tanjungan menuju Lombok Gede, Nusa Tenggara Barat.
  • When?
    Program Perahu Sekolah dimulai pada 2018, sedangkan Sinar Waecicu mulai beroperasi pada 2025.
  • Why?
    Program ini dibuat untuk membantu akses transportasi menuju sekolah bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
  • How?
    Samudera Indonesia menyediakan perahu, kru, perlengkapan keselamatan, fasilitas dermaga, serta pelatihan bagi masyarakat setempat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

PT Samudera Indonesia membuat perahu sekolah untuk anak-anak dan guru yang harus menyeberangi laut. Zulfan dan Adam bisa pergi ke sekolah dengan sarana itu. Guru Rohani juga terbantu. Perahu Sinar Waecicu berjalan di Lombok Gede dan Gili Gede. Sekarang, ada tujuh perahu sekolah di beberapa wilayah Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Program Perahu Sekolah menunjukkan kontribusi sosial yang selaras dengan keahlian Samudera Indonesia di bidang pelayaran. Dukungan berupa kapal, kru, keselamatan, dermaga, dan pelatihan masyarakat membuat manfaatnya tidak hanya dirasakan siswa, tetapi juga guru serta komunitas lokal yang terlibat dalam operasionalnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Perusahaan pelayaran, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) memperluas kontribusi sosialnya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR): Perahu Sekolah. Program ini menyediakan akses transportasi gratis bagi guru dan siswa di wilayah kepulauan yang harus menyeberang laut atau perairan untuk menempuh pendidikan.

Salah satu siswa yang merasakan manfaat sarana tersebut ialah Zulfan, siswa kelas II Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum. Setiap pukul 06.30, Zulfan tiba di dermaga, menanti kedatangan perahu sekolah Sinar Waecicu yang akan mengantarkannya menyeberangi perairan dari Kampung Pegametan, Gili Gede, menuju Lombok Gede, Nusa Tenggara Barat. Ia harus menempuh perjalanan laut sekitar empat kilometer sampai tiba di sekolah.

Bagi Zulfan, laut tidak sekadar mengelilingi tempat ia tinggal. Ombak dan cuaca yang berubah-ubah membuat perjalanannya ke sekolah tidak selalu mudah.

Begitu pun Adam. Siswa kelas III SDIT Miftahul Ulum itu berangkat dari Kampung Tanjungan menuju Lombok Gede. Sebelum Perahu Sekolah tersebut ada, perjalanan Adam bergantung pada perahu kayu berbayar, yang berlayar tanpa standar keselamatan. Orang tuanya pun harus mengeluarkan biaya sekitar Rp200.000 per bulan untuk transportasi laut.

Dampak serupa dirasakan tenaga pengajar. Salah satunya Rohani, guru matematika yang mengajar di SD-SMPN Satu Atap 2 Sekotong, Lombok itu mengaku sebelumnya harus bolak-balik menggunakan sampan untuk mencapai sekolah. Dengan adanya perahu sekolah, biaya transportasi yang dikeluarkan dapat berkurang hingga sekitar Rp500.000 per bulan.

Investasi Kapal untuk Akses Pendidikan

Seorang siswa sedang menuruni tangga Perahu Sinar Waecicu, milik PT Samudera Indonesia Tbk (Dok. Ekarina)

Persoalan akses ke sekolah menjadi salah satu latar belakang lahirnya program Perahu Sekolah PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) melalui inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan.

Program Perahu Sekolah dimulaai pada 2018 di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Samudera Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran. Karena itu, kami ingin memberikan kontribusi sosial yang masih sesuai dengan keahlian dan bidang usaha perusahaan. Kami melihat bahwa salah satu hal yang bisa kami dukung adalah penyediaan transportasi laut bagi anak-anak yang membutuhkan akses untuk bersekolah,” kata Head of Corporate Communication Samudera Indonesia, Widya Saputra di Lombok, Rabu (15/10).

Rismeita Fitri, Program Manager CSR Samudera Indonesia, menambahkan, dalam program ini, dukungan yang diberikan bukan hanya berupa pengadaan perahu, tapi juga kru, perlengkapan keselamatan, dan fasilitas dermaga.

“Selain itu, kami memberdayakan masyarakat lokal agar dapat terlibat dalam operasional program,” katanya.

Perseroan juga memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat, termasuk basic safety training bagi kru. Mereka kemudian menjadi perpanjangan tangan Samudera Indonesia untuk berkomunikasi dan mensosialisasikan program kepada masyarakat. Dengan begitu, program ini diharapkan dapat diterima dan memberikan manfaat bagi komunitas setempat.

Samudera Indonesia menyediakan kapal yang dirancang untuk membantu mobilitas siswa di sejumlah wilayah dengan tantangan geografis, terutama daerah kepulauan.

Hingga saat ini, perusahaan mengoperasikan tujuh perahu sekolah yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Setiap perahu, rata-rata investasi yang dikeluarkan perusahaan nilainya sekitar Rp1 miliar, tergantung kapasitas dan teknologi yang digunakan.

Kapal-kapal baru tersebut dibangun di galangan kapal milik anak usaha Samudera Indonesia, Wahana Jaya Samudera, yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah.

Adapun, Sinar Waecicu merupakan kapal ketujuh perusahaan yang resmi dioperasikan pada 2025.

Rismeita mengatakan Sinar Waecicu menjadi salah satu kapal dengan spesifikasi paling canggih di antara armada program tersebut. Kapal ini memiliki dimensi paling besar dibandingkan kapal lain, dilengkapi pelacak GPS.

Ke depan, menurutnya Samudera Indonesia membuka peluang untuk memperluas program Perahu Sekolah ke wilayah lain yang menghadapi persoalan akses serupa.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article