Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
gas air mata saat demeo
ilustrasi penggunaan gas air mata (pexels.com/Joel Santos)

Intinya sih...

  • Gas air mata berbentuk bubuk kimia yang menjadi aerosol, sementara water cannon adalah semprotan air bertekanan tinggi dari meriam.

  • Gas air mata bekerja dengan menyebarkan senyawa kimia, sedangkan water cannon mengandalkan dorongan mekanis untuk mendorong massa.

  • Paparan gas air mata bisa menyebabkan mata berair dan kesulitan bernapas, sementara water cannon menimbulkan risiko cedera fisik jangka panjang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Gas air mata dan water cannon adalah dua alat yang paling sering digunakan aparat ketika menghadapi demonstrasi maupun kerusuhan. Keduanya sama-sama berfungsi sebagai alat pengendali massa atau crowd control, tetapi memiliki karakteristik, efek, serta cara kerja yang berbeda.

Hal itu kembali terlihat dalam aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI pada Kamis (28/8) sore. Polisi menembakkan water cannon dengan tekanan tinggi dan gas air mata yang membuat massa kocar-kacir.

Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan publik mengenai apa sebenarnya perbedaan gas air mata dan water cannon? Mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Perbedaan gas air mata dan water cannon

Perbedaan gas air mata dan water cannon bisa dilihat dari tujuh aspek, yaitu dari bahan penyusun, risiko, hingga aturan pemakaiannya. Keduanya bisa menimbulkan cedera bila digunakan berlebihan dalam pengendalian massa.

Sebelumnya, telah banyak terjadi tragedi yang melibatkan penggunaan gas air mata dan water cannon secara berlebihan dan tidak sesuai dengan aturannya. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara keduanya.

1. Bentuk dan bahan penyusun

Gas air mata sebenarnya bukan gas murni, melainkan bubuk kimia yang berubah menjadi aerosol ketika dilepaskan. Senyawa yang umum dipakai adalah CS atau CN, yang bisa menimbulkan rasa perih pada mata dan kulit.

Sementara itu, water cannon, sesuai namanya, berupa semprotan air bertekanan tinggi dari meriam air. Kadang hanya menggunakan air biasa, namun ada pula yang ditambahkan pewarna, zat kimia berbau busuk, hingga penanda UV.

2. Cara kerja

Gas air mata bekerja dengan menyebarkan senyawa kimia melalui tabung atau granat. Begitu mengenai kulit dan mata, zat ini bereaksi cepat dan menimbulkan rasa terbakar hingga membuat sesak napas.

Di sisi lain, water cannon mengandalkan dorongan mekanis. Tekanan air yang keluar dari meriam mampu mendorong mundur massa, bahkan menjatuhkan orang yang terkena semprotan langsung.

3. Dampak pada tubuh

Perbedaan gas air mata dan water cannon juga dapat dilihat dari dampaknya terhadap tubuh. Paparan gas air mata bisa menyebabkan mata berair, kulit perih, batuk, dan kesulitan bernapas. Efeknya terasa seketika, meski biasanya hilang dalam waktu beberapa menit setelah menjauh dari sumber asap.

Water cannon menimbulkan risiko berbeda. Semprotan air bisa membuat seseorang terpental, terbentur benda keras, hingga cedera serius. Dalam cuaca dingin, paparan lama juga dapat menyebabkan hipotermia.

4. Risiko jangka panjang

Gas air mata dalam dosis rendah umumnya tidak menimbulkan kerusakan permanen. Namun, paparan berlebihan di ruang tertutup bisa berakibat fatal, termasuk kerusakan pada saluran pernapasan yang dapat menyebabkan kematian.

Sementara itu, water cannon lebih berpotensi menimbulkan cedera fisik jangka panjang, misalnya patah tulang, trauma otot, hingga luka dalam akibat benturan.

5. Infrastruktur dan peralatan

Perbedaan gas air mata dan water cannon bisa dilihat dari bentuknya. Gas air mata mudah dibawa karena berbentuk tabung kecil atau granat. Aparat bisa segera menggunakannya di titik-titik massa tanpa peralatan besar.

Water cannon membutuhkan kendaraan khusus dengan tangki air besar. Oleh karena itu, penggunaannya terbatas di lokasi tertentu dan memerlukan persiapan lebih rumit.

6. Sejarah penggunaan

Penggunaan gas air mata pertama kali digunakan pada Perang Dunia I tahun 1914 oleh pasukan Prancis. Setelah itu, banyak negara mengadopsinya untuk mengendalikan kerusuhan sipil pada abad ke-20.

Water cannon mulai dipakai pada 1930-an di Jerman, kemudian populer di era 1960-an saat gelombang protes hak-hak sipil melanda Amerika Serikat.

7. Legalitas dan aturan pemakaian

Secara hukum internasional, gas air mata dilarang digunakan dalam perang berdasarkan Konvensi Senjata Kimia 1993. Namun, penggunaannya dalam konteks sipil masih diperbolehkan dengan aturan ketat.

Water cannon juga tidak boleh dipakai sembarangan. Tekanan air harus diatur agar tidak menimbulkan cedera parah, serta diarahkan hanya pada kerumunan yang dianggap membahayakan ketertiban.

Itulah perbedaan mengenai gas air mata dan water cannon di mana keduanya sama-sama menjadi alat andalan aparat dalam pengendalian massa. Bedanya, gas air mata memanfaatkan reaksi kimia yang menimbulkan rasa perih, sementara water cannon mengandalkan semprotan air bertekanan tinggi untuk mendorong massa.

Keduanya menyimpan risiko jika dipakai berlebihan. Karena itu, penggunaan harus selalu memperhatikan aturan hukum, prinsip proporsionalitas, dan yang paling penting adalah keselamatan masyarakat.

FAQ seputar crowd control

  1. Apa itu crowd control?

    Crowd control adalah upaya mengelola, mengatur, dan mengendalikan kerumunan agar tetap tertib dan aman.

  2. Siapa yang biasanya melakukan crowd control?

    Aparat keamanan, panitia acara, atau petugas khusus yang dilatih untuk menangani massa.

  3. Mengapa crowd control penting?

    Untuk mencegah kericuhan, menjaga keselamatan peserta, serta memastikan acara berjalan lancar.

Editorial Team