Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Pertunjukan transisi Imlek ke Ramadhan di Bundaran HI
Pertunjukan transisi Imlek ke Ramadhan di Bundaran HI. (Dok. Pemprov DKI Jakarta)

Intinya sih...

  • Perputaran itu didorong oleh peningkatan pendapatan sektor pariwisata, mal/gerai ritel, pusat kuliner, kafe, makanan khas daerah, logistik hingga transportasi.

  • Peningkatan transportasi udara dan kereta api ke berbagai kota besar seperti Medan, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Pontianak, Bali dan Palembang juga mengalami lonjakan.

  • Persentase jumlah buah yang disuguhkan saat perayaan Imlek seperti jeruk mandarin, apel, delima, nanas, hingga buah naga merah diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 30 persen selama perayaan imlek.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan hari-hari libur saat perayaan Imlek pada 16-17 Februari 2026 menjadi penggerak produktivitas ekonomi nasional. Masa libur yang cukup panjang tersebut, biasa disebut sebagai 'hari kejepit,' diyakini mampu mengakselerasi konsumsi rumah tangga secara signifikan pada awal tahun.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, mengatakan aliran dana selama periode libur Imlek tahun ini diprediksi menuju ke arah Rp10 triliun.

“Perkiraan atau potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp9 triliun lebih. Angka ini kita hitung dari jumlah warga Indonesia keturunan Tionghoa di Indonesia mencapai 11,25 juta orang dan biasanya perayaan bukan hanya dirayakan warga Khonghucu saja, tapi semua orang,” ujar Sarman melalui keterangan resmi yang dikutip Rabu (18/2).

Lonjakan aktivitas ini diproyeksi bakal mendongkrak pendapatan pada berbagai sektor strategis, mulai dari ritel, pusat kuliner, hingga jasa logistik dan transportasi. Berdasarkan analisis Kadin, animo masyarakat dalam bepergian ke luar kota menggunakan moda transportasi udara mengalami kenaikan drastis.

Jumlah penumpang pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju kota-kota besar seperti Medan, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Pontianak, Bali, hingga Palembang diperkirakan mencapai 1,74 juta orang.

Kondisi serupa terjadi pada jalur darat. Penumpang kereta api dengan tujuan berbagai kota di Pulau Jawa diprediksi hampir mencapai 1 juta orang.

“Penumpang kereta api cepat Whoosh juga naik 25 persen mencapai 25.000 selama libur Imlek,” kata Sarman.

Efek domino perayaan ini juga merambah ke sektor mikro. Selain pernak-pernik khas, perdagangan aneka buah-buahan mencatatkan pertumbuhan positif. Komoditas seperti jeruk mandarin, apel, delima, nanas, hingga buah naga merah diperkirakan mengalami kenaikan permintaan sekitar 30 persen dibandingkan dengan periode reguler.

Kadin optimistis masifnya sirkulasi uang ini akan menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional pada periode awal tahun.

“Tentu akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 yang ditargetkan kisaran 5,5 persen. Target ini optimis bisa tercapai karena selesai perayaan dan libur Imlek akan berlanjut bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah,” ujarnya.

Periode Ramadan dan Idulfitri secara historis merupakan puncak konsumsi rumah tangga tertinggi di Indonesia. Dengan fondasi kuat pada kuartal pertama, Kadin menilai target pertumbuhan ekonomi nasional 2026 berkisar 5,4-5,6 persen menjadi sangat realistis untuk dicapai.

Editorial Team