Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
PT Pertamina (Persero)
PT Pertamina (Persero) (pertamina.com)

Intinya sih...

  • Pertamina menggabungkan tiga anak usaha hilir menjadi subholding downstream.

  • Langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui integrasi total di seluruh rantai pasok hilir.

  • Integrasi ini akan meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat kemampuan perusahaan dalam menyediakan energi yang lebih stabil, merata, dan berkualitas.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Pertamina (Persero) menggabungkan tiga entitas bisnis hilir—PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan segmen bisnis hilir dari PT Pertamina International Shipping (PIS)—ke dalam subholding downstream. PPN ditetapkan sebagai entitas penerima merger tersebut.

Langkah ini menjadi bagian strategis Pertamina untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui integrasi total di seluruh rantai pasok hilir, mulai dari pengolahan bahan bakar di kilang, transportasi, distribusi, hingga pemasaran produk energi ke masyarakat. Proses penggabungan juga melalui evaluasi mendalam dengan benchmarking terhadap perusahaan minyak global.

Melalui integrasi ini, Pertamina membangun ekosistem bisnis hilir yang lebih terkoordinasi dan berkesinambungan. Model terintegrasi tersebut memungkinkan perseroan memastikan empat pilar utama penyediaan energi tetap terjaga—availability, accessibility, acceptability, dan affordability—serta mendukung transisi energi

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan penyatuan tiga unit usaha ini merupakan langkah penting agar Pertamina semakin kompetitif di tengah tantangan geopolitik dan tekanan global menuju energi bersih.

“Indonesia membutuhkan Pertamina yang lincah, kuat, dan terintegrasi. Ketika kilang, distribusi, logistik, dan pemasaran bekerja sebagai satu sistem, kita bisa menghilangkan redundansi, mempercepat layanan, dan menghadirkan pasokan energi yang andal dari Sabang sampai Merauke,” ujar Simon dalam keterangan resminya, Rabu (4/2).

Ia menambahkan integrasi tersebut akan meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pengambilan keputusan, serta mengoptimalkan investasi untuk mendukung kepastian pasokan energi nasional.

Transformasi menjadi subholding downstream ini disebut tidak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat, mitra bisnis, maupun pekerja.

Sebaliknya, integrasi justru diprediksi memperkuat kemampuan perusahaan dalam menyediakan energi yang lebih stabil, merata, dan berkualitas.

Pertamina mengatakan penggabungan ini akan membuka ruang kolaborasi lintas divisi yang lebih luas, sehingga dampak yang dihasilkan bagi masyarakat dan industri nasional makin besar.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan merger ini menjadi bukti komitmen Pertamina dalam mewujudkan swasembada energi.

“Integrasi bisnis hilir per 1 Februari 2026 ini bukan sekadar perubahan organisasi, tetapi penguatan fondasi untuk menjadikan Pertamina soko guru bangsa dalam penyediaan energi. Dengan proses bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi, kami memastikan pelayanan energi kepada masyarakat semakin optimal dan tangguh dalam menghadapi tantangan global,” ujar Baron.

 

Editorial Team