Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
IMG-20260206-WA0017.jpg
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Dok Fortune Indonesia

Intinya sih...

  • Pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 mencapai 5,39%, meningkat dari sebelumnya sekitar 5%.

  • Perbaikan ekonomi disebut hasil kebijakan yang melibatkan berbagai instrumen, termasuk koordinasi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil.

  • Konsumsi rumah tangga menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 dengan kontribusi sebesar 53,63 persen.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Arah pertumbuhan ekonomi disebut mulai berbalik setelah pemerintah dan otoritas terkait menerapkan sejumlah kebijakan yang dinilai cukup drastis. Perubahan tersebut terlihat dari perbaikan laju pertumbuhan yang meningkat dibanding periode sebelumnya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,39 persen pada kuartal IV 2025 dari sebelumnya sekitar 5 persen. Angka tersebut disebut menjadi salah satu yang tertinggi sejak masa pandemi Covid-19.

“Arah ekonomi sudah berbalik. Dari sekitar 5 persen kini ke (kisaran) 5,4 persen, dan ini termasuk yang tertinggi sejak pandemi,” ujarnya saat ditemui media di Kementerian Keuangan, Jumat (6/2).

Ia menambahkan, momentum pemulihan tersebut diharapkan dapat berlanjut ke depan. Perbaikan ekonomi disebut bukan berasal dari satu kebijakan atau satu institusi saja, melainkan hasil kebijakan yang melibatkan berbagai instrumen.

Menurutnya, koordinasi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil menjadi faktor yang mendorong perbaikan kinerja ekonomi. Kombinasi kebijakan tersebut dinilai berkontribusi dalam membalikkan arah pertumbuhan setelah periode perlambatan. “Ini bukan hanya dari satu pihak. Dampaknya berasal dari kebijakan secara agregat, antara moneter, fiskal, dan sektor. Ke depan seharusnya bisa lebih kuat lagi,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga memberikan dampak ke pertumbuhan ekonomi dalam menggerakkan konsumsi rumah tangga. “Ada juga sih keliatannya seperti itu,” katanya.

Ia berharap momentum pemulihan ekonomi yang mulai terlihat saat ini dapat terus berlanjut dalam periode mendatang seiring penguatan koordinasi kebijakan lintas sektor.

Sebagai konteks, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 tumbuh sebesar 5,39 persen (YoY).

Pada kuartal IV 2025, pertumbuhan ekonomi masih ditopang kontribusi komponen pada PDB yakni konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 53,63 persen dan pertumbuhan sebesar 5,11 persen (YoY).

Sementara itu, PMTB dengan kontribusi sebesar 30,02 persen dan tumbuh 6,12 persen. Ekspor yang berkontribusi 23,08 persen mengalami pertumbuhan 3,25 persen (YoY). Sedangkan konsumsi pemerintah berkontribusi 9,95 persen mengalami pertumbuhan 4,55 persen.

Editorial Team