Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bappenas: Pertanian dan Hilirisasi Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi 10 Persen
Petani mengangkut hasil pertanian menggunakan truk sebagai bagian dari proses penanganan dan distribusi hasil panen. (Pexels/Roberto Castano).
  • PPN/Bappenas menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia berpeluang menembus 10 persen melalui penguatan sektor pertanian dan hilirisasi.

  • Rachmat Pambudi mencontohkan Vietnam serta pengalaman Indonesia pada 1970-an dan 1980-an.

  • Perluasan akses keuangan dinilai mendukung strategi, tetapi pertumbuhan tinggi belum tentu dirasakan kelompok menengah ke bawah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1970-an dan 1980-an

Pertumbuhan sektor pertanian Indonesia berjalan beriringan dengan pengembangan hilirisasi. Rachmat menyebut pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut mencapai dua digit.

Senin (19/10)

Rachmat Pambudi menyampaikan pandangan mengenai peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam peluncuran dashboard IKAD yang dilansir secara daring.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    PPN/Bappenas menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia berpeluang menembus 10 persen melalui penguatan sektor pertanian dan hilirisasi.
  • Who?
    Kementerian PPN/Bappenas dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudi.
  • Where?
    Indonesia, dengan contoh pengembangan sektor pertanian di Vietnam serta peluncuran dashboard IKAD yang dilansir secara daring.
  • When?
    Dalam peluncuran dashboard IKAD yang dilansir secara daring, Senin (19/10).
  • Why?
    Penguatan pertanian, hilirisasi, dan perluasan akses keuangan dinilai dapat mendukung pertumbuhan ekonomi.
  • How?
    Dengan mendorong pertanian dari on farm hingga ekspor, memperkuat hilirisasi, dan memperluas akses keuangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bappenas bilang ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih dari 10 persen kalau pertanian dan hilirisasi diperkuat. Rachmat Pambudi memberi contoh Vietnam dan masa Indonesia pada 1970-an serta 1980-an. Ia juga bilang akses keuangan penting. Pertumbuhan yang tinggi belum tentu terasa cukup bagi orang dengan penghasilan lebih rendah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penguatan pertanian, hilirisasi, dan perluasan akses keuangan menawarkan pendekatan yang saling mendukung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Pengalaman Vietnam serta Indonesia pada 1970-an dan 1980-an menunjukkan bahwa pertanian dan hilirisasi pernah berjalan beriringan, sehingga keduanya menjadi bagian penting dalam strategi yang disampaikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia berpeluang menembus 10 persen melalui penguatan sektor pertanian serta hilirisasi.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudi mengatakan mencontohkan Vietnam yang mampu mengembangkan sektor pertanian yang mendorong negara tersebut mencapai pertumbuhan di atas 9 persen.

“Kenapa Vietnam begitu maju? Kenapa Vietnam bisa tumbuh sampai di atas 10 persen? Karena pertanian mereka didorong dan ditumbuhkan mulai dari on farm-nya, processing-nya, sampai ekspornya,” ujar Rahmat dalam peluncuran dashboard Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) yang dilansir secara daring, Senin (19/10).

Menurut Rachmat, Indonesia dapat mengadopsi pendekatan serupa dengan memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong hilirisasi. “Kalau itu bisa dikerjakan, maka pertumbuhan ekonomi kita bukan saja 8 persen tapi bisa di atas 10 persen,” kata Rachmat.

Rahmat juga mencontohkan pengalaman Indonesia pada dekade 1970-an dan 1980-an, ketika pertumbuhan sektor pertanian berjalan beriringan dengan pengembangan hilirisasi.

“Mengapa pertumbuhan ekonomi kita pada tahun 70-an, 80-an bisa double digit? Kita melakukan dua hal sekaligus. Pertanian kita tumbuh dengan cepat dan pesat. Hilirisasi kita juga tumbuh dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan, perluasan akses keuangan juga berperan dalam mendukung strategi tersebut.

Di samping itu, ia juga mengatakan bahwa banyak orang mempertanyakan bahwa pertumbuhan ekonomi 8 persen terlihat tinggi. Namun menurutnya, pertumbuhan ekonomi tinggi belum tentu sejalan dengan yang dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah.

“Kalau yang tumbuh adalah kelompok menengah atas dan atas sekali, iya, tinggi. Tapi kalau kelompok menengah bawah yang penghasilannya sebulan baru Rp5 juta, tumbuh 20 persen cuma tambah Rp1 juta. Buat mereka amat sangat kurang,” ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article