Jakarta, FORTUNE – Perusahaan Listrik Negara (PLN) ajak masyarakat berpartisipasi dalam menekan emisi karbon dengan penggunaan biomassa dengan teknologi co-firing. Cara ini diharapkan bisa menjadi bahan bakar pengganti batu bara pada sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) perseroan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa masyarakat bisa terlibat dalam penanaman tanaman biomassa. Bahkan ada yang mengelola sampah rumah tangga untuk dijadikan pelet sebagai bahan bakar co-firing. “Ini merupakan bagian dari ekosistem listrik kerakyatan yang melibatkan masyarakat dalam penyediaan biomassa, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” katanya dalam keterangan yang dikutip, Jumat (28/10).
PLN menggunakan lima jenis biomassa, yakni serbuk gergaji, serpihan kayu, cangkang sawit, bonggol jagung, dan bahan bakar jumputan padat. Rencananya, untuk 33 lokasi PLTU, PLN membutuhkan sekitar 383.000 ton biomassa, sebagai bahan baku co-firing.