Tangerang, FORTUNE — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran pemerintah menggelar inspeksi maraton selama delapan hari demi memastikan kesiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia. Pemantauan lapangan ini diprioritaskan pada tahap awal terhadap 8.000 unit KDKMP guna mengejar target pengoperasian serentak pada akhir Oktober 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan pemantauan dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan unsur pemerintah pusat hingga daerah, termasuk pimpinan TNI dan Polri. Pengawasan berfokus pada kesiapan operasional, manajemen usaha, hingga ketersediaan dan keandalan jaringan distribusi bahan pokok bagi masyarakat.
“Kita keliling seluruh Indonesia bagi tugas, mulai Pangdam, gubernur, bupati, kapolda, pimpinan Angkatan Darat, yang ada di sekitar kementerian semua terkait-terkait,” ujar Zulkifli dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/10).
Tim gabungan mendatangi koperasi satu per satu guna mengidentifikasi kendala teknis maupun nonteknis serta menyalurkan dukungan yang dibutuhkan.
Pemerintah menekankan kesiapan KDKMP tidak hanya diukur dari ketersediaan sarana dan prasarana fisik, melainkan kapabilitas menyediakan komoditas utama dan barang bersubsidi secara berkelanjutan.
Komoditas yang menjadi fokus pemantauan meliputi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, LPG 3 kilogram, serta pupuk bersubsidi. Sejajar dengan itu, pemerintah mendorong Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menjual beras seharga Rp12.500 per kilogram.
Selain menyalurkan komoditas harian, KDKMP diproyeksikan menjadi penghubung antara petani dan pasar guna menyerap hasil panen sesuai harga acuan pemerintah. Koperasi disiapkan membeli gabah petani seharga Rp6.500 per kilogram sebelum disalurkan ke Perum Bulog.
“Petani jangan sampai menjual gabah di bawah harga yang ditetapkan pemerintah. Nanti kalau desa itu ada panen, koperasi bisa membeli gabah dengan harga bagus, Rp6.500 per kilogram untuk kemudian diserap Bulog. Dengan begitu, petani memiliki kepastian pasar dan tidak lagi bergantung pada tengkulak,” kata Zulkifli.
Dari sisi manajemen usaha, PT Agrinas mendapat penugasan untuk mengoperasikan KDKMP selama masa transisi dua tahun berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No.82/2026. Penugasan tersebut mencakup pengelolaan sumber daya manusia, tata kelola operasional, pencapaian target kinerja, pendampingan, hingga integrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes).
