Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Prabowo Sebut Komitmen Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang
Presiden Prabowo Subianto dalam Japan-Indonesia Business Forum di Tokyo, Senin (30/3/2026). (Instagram/@presidenrepublikindonesia)
  • Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak tanpa gagal bayar utang sejak berdirinya republik, menunjukkan komitmen kuat terhadap kewajiban finansial negara.
  • Dalam forum bisnis Jepang-Indonesia di Tokyo, Prabowo menyoroti pentingnya kolaborasi dengan Jepang yang unggul dalam teknologi dan pengalaman industri untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi bersama.
  • Pemerintah membentuk sovereign wealth fund guna mengelola aset negara secara efisien dan transparan, dengan hasil awal menunjukkan peningkatan pengembalian aset hingga hampir 300 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia memiliki reputasi tidak pernah gagal membayar hutang. Hal ini dikatakan saat melakukan pertemuan dengan para pengusaha Jepang di Forum Kerja Sama Jepang-Indonesia.

“Tidak sekalipun dalam sejarah Republik Indonesia kita pernah [gagal membayar hutang],” ujarnya dalam pidato Japan-Indonesia Business Forum di Tokyo, dikutip secara daring Selasa (31/3).

Dalam pidatonya tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa hal tersebut telah menjadi komitmen Indonesia yang dilakukan sejak beberapa presiden sebelumnya. 

“Kami telah menderita, dan kami siap menderita, tapi tradisi kami adalah kita menghormati semua komitmen yang dimasukkan oleh semua pemerintah kita,” katanya.

Menurutnya, komitmen tersebut menjadi hal yang penting dalam era ini. Dibandingkan negara-negara lain, Indonesia memiliki keunggulan dalam komitmen tersebut, di mana negara lain tercatat pernah melakukan gagal bayar.

Melalui forum tersebut, Prabowo juga menegaskan keterbukaan Indonesia terhadap kolaborasi internasional, khususnya dengan Jepang, yang dinilai memiliki keunggulan dalam teknologi, metode, dan pengalaman industri. Kepala Negara memandang sinergi antara kekuatan tersebut dengan potensi sumber daya dan pertumbuhan Indonesia akan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan.

Pemerintah tidak hanya menawarkan peluang investasi, melainkan kemitraan strategis jangka panjang. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah Indonesia telah membentuk sovereign wealth fund yang mengonsolidasikan berbagai aset dan perusahaan milik negara dalam satu manajemen terpadu guna meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Hasil awal dari pengelolaan dana kekayaan negara dikatakan menunjukkan perkembangan yang positif.

“Beberapa di antaranya menghasilkan peningkatan hampir 300 persen dalam pengembalian aset, ini sangat menggembirakan, tetapi kita tahu bahwa kita masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Namun, kita optimis dengan arah perkembangan kita,” katanya.

Editorial Team