Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Menurut 4 Lembaga Dunia

4 min read
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Menurut 4 Lembaga Dunia
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Nicholas Cappello)
  • IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 5,1 persen.

  • World Bank dan OECD menjadi 5,2 persen dan ADB mempertahankan proyeksi 5,2 persen.

  • Keempat lembaga juga menyoroti sejumlah risiko ekonomi, mulai dari kenaikan inflasi, harga energi, hingga tekanan akibat konflik geopolitik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 mendapat penilaian positif dari sejumlah lembaga internasional. IMF, World Bank, dan OECD merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional, sementara ADB mempertahankan perkiraannya.

Keempat lembaga tersebut memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 5,1–5,2 persen pada 2026. Meski demikian, kenaikan harga energi, risiko inflasi, dan ketidakpastian geopolitik masih menjadi tantangan bagi perekonomian nasional.

  1. Proyeksi pertumbuhan ekonomi RI 2026 menurut 4 lembaga

  2. 1. IMF proyeksikan ekonomi RI naik jadi 5,1 persen

    IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,1 persen dari perkiraan sebelumnya sebesar 5 persen. Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Oktober 2026, IMF bahkan memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen pada 2027.

    Namun, pertumbuhan tersebut diiringi dengan perkiraan inflasi yang lebih tinggi. IMF memproyeksikan inflasi Indonesia mencapai 3,3 persen pada 2026, naik dari 1,9 persen pada 2025. Angka tersebut diperkirakan turun menjadi 2,8 persen pada 2027.

    IMF turut memperkirakan defisit transaksi berjalan Indonesia melebar menjadi 1,6 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2026, dibandingkan 0,1 persen pada 2025. Defisit tersebut diproyeksikan menyempit menjadi 1 persen terhadap PDB pada 2027.

    Dalam laporan Resilience Under Strain, Urgent Choices, IMF menyoroti dampak geopolitik dan perkembangan teknologi terhadap ekonomi global.

    Negara yang tidak terlalu terdampak gejolak harga energi dinilai memiliki peluang pertumbuhan ekonomi lebih baik. Selain itu, negara yang aktif dalam rantai pasok teknologi berpeluang memperoleh manfaat ekonomi lebih besar dari perkembangan AI.

  3. 2. World Bank proyeksikan pertumbuhan naik ke 5,2 persen

    World Bank menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dari 4,7 persen menjadi 5,2 persen. Revisi sebesar 0,5 poin persentase tersebut tercantum dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2026.

    Menurut World Bank, dampak kenaikan harga energi terhadap ekonomi Indonesia lebih kecil dari perkiraan awal. Pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh permintaan domestik, pelaksanaan program prioritas pemerintah, investasi yang didukung negara, dan subsidi energi.

    Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,4 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sepanjang 2025 sebesar 5,1 persen. Namun, World Bank masih mewaspadai tekanan terhadap keuangan negara dan sektor eksternal.

    Defisit transaksi berjalan Indonesia diperkirakan mencapai 1,65 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2026. Sementara itu, inflasi diproyeksikan mendekati batas atas target Bank Indonesia, yakni 3,5 persen.

  4. 3. OECD proyeksikan ekonomi RI naik jadi 5,2 persen

    OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 0,5 poin persentase menjadi 5,2 persen. Perkiraan itu tercantum dalam laporan Economic Outlook, Interim Report pada September 2026.

    Untuk inflasi, OECD memperkirakan Indonesia mencatatkan kenaikan harga sebesar 3,3 persen pada 2026. Angka ini turun 0,1 poin persentase dari proyeksi sebelumnya.

    Kebijakan pemerintah dalam menjaga harga barang dinilai membantu meredam dampak kenaikan harga energi terhadap inflasi domestik. Namun, OECD juga menyoroti risiko El Niño yang berpotensi memengaruhi produksi pertanian dan mendorong kenaikan harga pangan.

    Risiko tersebut muncul ketika perekonomian global masih menghadapi ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan perubahan harga komoditas. Karena itu, tekanan pada pasokan pangan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi perkembangan inflasi Indonesia.

  5. 4. ADB proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI tetap 5,2 persen

    Berbeda dengan tiga lembaga sebelumnya, ADB tidak menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam laporan Asian Development Outlook edisi Juli dan September 2026, ADB mempertahankan perkiraan pertumbuhan Indonesia sebesar 5,2 persen pada 2026.

    Meski proyeksi pertumbuhan tidak berubah, ADB menaikkan perkiraan inflasi Indonesia pada 2026 dari 3 persen menjadi 3,3 persen.

    Dalam laporan September 2026, ADB turut memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di Asia dan Pasifik mencapai 5 persen pada 2026. Angka tersebut naik 0,1 poin persentase dari proyeksi Juli, tetapi masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5,5 persen pada 2025.

    ADB menyebut investasi swasta, stimulus pemerintah, dan ekspor teknologi yang didorong oleh perkembangan AI sebagai faktor pendukung pertumbuhan kawasan. Sebaliknya, konflik geopolitik dan cuaca ekstrem menjadi risiko yang dapat mengganggu pasokan energi serta pangan.

    FAQ seputar daftar lembaga yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi

    Lembaga mana yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi RI menjadi 5,1 persen?

    IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,1 persen dari 5 persen.

    Berapa proyeksi pertumbuhan ekonomi RI versi World Bank?

    World Bank memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2 persen pada 2026.

    Berapa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut OECD?

    OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2 persen pada 2026.

    Apakah ADB menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi RI?

    Tidak, ADB mempertahankan proyeksi pertumbuhan Indonesia pada 2026 sebesar 5,2 persen.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More