IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,1 persen dari perkiraan sebelumnya sebesar 5 persen. Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Oktober 2026, IMF bahkan memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen pada 2027.
Namun, pertumbuhan tersebut diiringi dengan perkiraan inflasi yang lebih tinggi. IMF memproyeksikan inflasi Indonesia mencapai 3,3 persen pada 2026, naik dari 1,9 persen pada 2025. Angka tersebut diperkirakan turun menjadi 2,8 persen pada 2027.
IMF turut memperkirakan defisit transaksi berjalan Indonesia melebar menjadi 1,6 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2026, dibandingkan 0,1 persen pada 2025. Defisit tersebut diproyeksikan menyempit menjadi 1 persen terhadap PDB pada 2027.
Dalam laporan Resilience Under Strain, Urgent Choices, IMF menyoroti dampak geopolitik dan perkembangan teknologi terhadap ekonomi global.
Negara yang tidak terlalu terdampak gejolak harga energi dinilai memiliki peluang pertumbuhan ekonomi lebih baik. Selain itu, negara yang aktif dalam rantai pasok teknologi berpeluang memperoleh manfaat ekonomi lebih besar dari perkembangan AI.