Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
https://ihsg-21102025.com
https://ihsg-21102025.com

Intinya sih...

  • Masih ada ruang untuk melakukan optimalisasi sinkronisasi kebijakan.

  • Optimisme tinggi diprediksi masih akan terjadi tahun depan.

  • Secara akumulatif, performa IHSG sepanjang 2025 tergolong impresif dengan kenaikan 22,13 persen.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, angkat bicara mengenai laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang belum mampu menembus level psikologis 9.000 pada penutupan perdagangan akhir 2025. Ia menilai tertahannya indeks bukan akibat lemahnya fundamental ekonomi nasional, melainkan belum optimalnya sinkronisasi kebijakan.

Dia meyakini, melalui rancangan regulasi yang lebih tepat dan terintegrasi sejak awal, IHSG seharusnya sudah sanggup bertengger pada level lebih tinggi pada penghabisan tahun ini.

“Harusnya kalau kemarin desainnya sesuai dengan desain saya, sekarang sudah 9.000,” ujar Purbaya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Rabu (31/12).

Meski demikian, ia tetap menebar optimisme tinggi terhadap prospek pasar modal Indonesia tahun depan. Purbaya bahkan memproyeksikan IHSG tidak hanya akan melampaui angka 9.000, melainkan berpotensi melaju lebih jauh.

“Akhir tahun depan 10.000 lebih,” katanya.

Optimisme tersebut berpijak pada konsistensi arah kebijakan pemerintah dan kinerja ekonomi nasional yang kian solid. Purbaya optimistis akselerasi pasar saham akan semakin kencang seiring dengan perbaikan sinkronisasi antarlembaga.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada perdagangan Selasa (30/12) ditutup menguat tipis 0,03 persen atau sekitar 2,68 poin ke level 8.646,93.

Transaksi pada hari itu mencapai Rp20,61 triliun dengan volume 39,54 miliar saham yang diperdagangkan dalam 2,6 juta kali frekuensi. Sebanyak 346 saham menguat, dan 146 saham bergerak stagnan.

Secara akumulatif, performa IHSG sepanjang 2025 tergolong impresif dengan kenaikan 22,13 persen. Lonjakan ini didorong oleh pertumbuhan yang terjadi pada sejumlah sektor. Saham teknologi menjadi penggerak utama dengan kenaikan 138,35 persen, disusul sektor industri yang melesat 108,11 persen, serta sektor infrastruktur yang menguat 80,62 persen.

Indeks juga sukses menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) sebanyak 24 kali selama 2025. Rekor tertinggi tercatat pada 8 Desember 2025 saat IHSG menyentuh level 8.711. Capaian ini memperkuat sinyal bahwa pasar saham Indonesia tetap berada dalam tren positif yang kuat menyongsong 2026.

Editorial Team