Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi memberikan kontribusi sebesar 1 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kontribusi tersebut salah satunya berasal dari besarnya penyerapan tenaga kerja yang dihasilkan program MBG, yang diperkirakan mencapai sekitar satu juta orang.
“Hitungan pastinya saya belum tahu, tapi kalau ditarik dari sisi penciptaan lapangan kerja, MBG ini bisa menciptakan sekitar satu juta pekerjaan,” ujarnya di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (7/4).
Perhitungan tersebut mengacu pada perhitungan berbasis data Badan Pusat Statistik (BPS), di mana setiap pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen umumnya berkorelasi dengan penciptaan sekitar 450 ribu lapangan kerja. Dengan asumsi tersebut, kontribusi MBG terhadap pertumbuhan ekonomi secara teoritis bisa mendekati 2 persen.
Namun, ia mengingatkan bahwa angka tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan tambahan baru, mengingat sebagian tenaga kerja kemungkinan merupakan peralihan dari sektor lain.
“Karena ada yang berpindah dari pekerjaan sebelumnya ke MBG, jadi tidak semuanya tambahan baru. Tapi tetap saja dampaknya cukup signifikan, saya kira di atas 1 persen akan terlihat,” katanya.
Menurutnya, dampak tersebut akan sangat bergantung pada efektivitas pelaksanaan program di lapangan. Apabila dijalankan dengan baik, kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi diyakini akan semakin optimal.
“Saya pikir 1 persen lebih akan kelihatan dampaknya kalau [programnya] dijalankan dengan baik,” ujar Purbaya.
Hingga 9 Maret 2026, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengucurkan anggaran sebesar Rp44,1 triliun atau 13,1 persen dari pagu APBN untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini telah disalurkan kepada 61,6 juta penerima dari seluruh Indonesia melalui 25 ribu lebih SPPG.
Dalam kesempatan lain, Purbaya menyebut bahwa dari total anggaran program MBG sebesar Rp335 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah berpotensi memperoleh penerimaan negara atau pajak sekitar 3 hingga 5 persen.
