Jakarta, FORTUNE - Program Pemagangan Nasional batch pertama resmi ditutup oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) setelah berjalan selama enam bulan, sejak 20 Oktober 2025 hingga 24 April 2026.
Di balik capaian program yang dinilai positif, terselip catatan. Ribuan peserta memilih mundur sebelum program berakhir.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Kemnaker, Anwar Sanusi, menyatakan jumlah peserta mengalami penyusutan signifikan selama pelaksanaan. Dari total 16.112 peserta yang lolos seleksi awal, hanya 11.949 orang yang bertahan hingga akhir program.
“Berdasarkan proses seleksi, terpilih 14.952 peserta batch pertama atau 1A dan 1.160 batch 1B sehingga total 16.112. Namun dalam perjalanannya jumlah peserta aktif mengalami pengurangan,” ujar Anwar dalam acara penutupan yang disiarkan secara virtual, Jumat (24/4).
Artinya, sekitar 4.163 peserta memutuskan untuk mengundurkan diri di tengah jalan.
Menurut Anwar, fenomena ini merupakan bagian dari dinamika program. Para peserta mundur dengan beragam alasan, mulai dari faktor pribadi hingga peluang kerja yang datang lebih cepat dari perkiraan.
Salah satu alasan dominan adalah peserta yang telah lebih dulu mendapatkan pekerjaan tetap. Banyak di antara mereka ternyata telah melamar kerja sebelum mengikuti program magang.
“Hal ini merupakan bagian dari dinamika program, di mana terdapat peserta yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah mereka diterima sebagai karyawan tetap,” ujarnya.
Di sisi lain, program ini tetap mencatat partisipasi industri yang besar. Sebanyak 1.185 perusahaan terlibat sebagai penyelenggara dengan dukungan 5.267 mentor. Pemerintah menilai angka tersebut mencerminkan komitmen dunia usaha dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia.
Sebagai tindak lanjut, Kemnaker menyiapkan program lanjutan bagi para peserta, terutama yang belum terserap di dunia kerja. Salah satunya melalui pemberian sertifikasi kompetensi bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan sertifikasi ini bersifat opsional, namun memiliki nilai penting sebagai bukti kemampuan profesional.
“Sertifikat kompetensi menjadi salah satu bukti bahwa seseorang itu memang kompeten terkait dengan satu skill tertentu. Sertifikat ini diakui dan biasanya berbayar, tapi khusus peserta magang kita berikan gratis,” ujarnya.
Proses sertifikasi diperkirakan berlangsung selama satu hingga dua bulan, dimulai dengan pelatihan atau penyegaran materi, lalu dilanjutkan dengan uji kompetensi di balai pelatihan Kemnaker atau lembaga mitra BNSP.
