Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Satyawan Pudyatmoko sebagai calon Kepala BPGMN. Ia ditugaskan untuk langsung memimpin penanganan krisis karhutla di lapangan sebelum prosesi seremonial pelantikan.
Sebelum itu, Prabowo memutuskan pembentukan BPGMN pada 24 September 2026. Langkah tersebut diambil setelah dirinya berdiskusi dengan sejumlah akademisi dan pakar mengenai pengelolaan lahan gambut serta penanganan kebakaran.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan BPGMN akan bekerja langsung di bawah presiden. Posisi kelembagaannya berbeda dengan BRGM yang berada di bawah Kementerian Kehutanan.
“Badan ini akan langsung berada di bawah Pak Presiden, diisi oleh para ilmuwan dan juga para profesional yang kemudian juga dilengkapi dengan anggaran yang cukup,” ujar Raja Juli.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan BPGMN akan berfokus pada penguatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya tersebut dilakukan melalui penelitian, pemetaan, sistem deteksi dini, dan pemantauan titik panas di kawasan gambut.
“Badan ini akan melibatkan para ilmuwan dan profesional," ujar Teddy.
Selanjutnya, Satyawan Pudyatmoko dijadwalkan dilantik sebagai Kepala BPGMN oleh Prabowo Subianto pada pekan depan.
Siapa itu Satyawan Pudyatmoko? | Satyawan Pudyatmoko adalah seorang akademisi, peneliti, dan tenaga ahli di bidang kehutanan serta konservasi alam di Indonesia. |
Bagaimana latar belakang pendidikan Satyawan Pudyatmoko? | Satyawan meraih gelar Sarjana di Fakultas Kehutanan UGM, menempuh pendidikan magister dan doktoral di Georg August University Goettingen, Jerman. |
Seperti apa perjalanan karier Satyawan Pudyatmoko? | Satyawan berkarier sebagai staf pengajar dan akademisi di Fakultas Kehutanan UGM sejak 1995. |
Kenapa Satyawan Pudyatmoko ditunjuk jadi Kepala BPGMN? | Ia dinilai memiliki pengalaman dan pengetahuan yang relevan dengan sektor tersebut. |