Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Yummy Expo 2026 Satukan Pelaku Industri, Soroti Kekuatan Brand Lokal
Yummy Expo 2026 digelar di Kota Kasablanka, Jakarta, 3-5 April 2026

Jakarta, FORTUNEYummy Expo 2026 resmi digelar di Kota Kasablanka, Jakarta, menghadirkan pelaku industri kuliner, brand, kreator, hingga komunitas dalam satu platform kolaboratif. Selama dua hari penyelenggaraan, acara ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang eksplorasi, edukasi, dan pertukaran insight bagi industri food & beverage (F&B) Indonesia yang kian berkembang.

Pada hari pertama, Yummy Expo 2026 dibuka oleh Head of Lifestyle Media IDN, Annisa Paramita, yang menegaskan bahwa industri F&B Indonesia tengah memasuki fase baru. Menurutnya, pertumbuhan industri kini tidak lagi hanya bertumpu pada produk, tetapi juga pengalaman, inovasi, dan koneksi dengan konsumen.

“Yummy Expo 2026 bukan sekadar pameran, melainkan pernyataan bahwa industri F&B Indonesia semakin matang, kolaboratif, dan siap menciptakan dampak lebih luas,” ujarnya, Jumat (3/4).

Dukungan juga datang dari pemerintah. Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Perdagangan menilai ajang ini sebagai momentum untuk mendorong daya saing produk kuliner Indonesia di pasar global, sekaligus memperkuat ekosistem melalui kolaborasi lintas sektor.

Yummy Expo 2026 digelar di Kota Kasablanka, Jakarta, 3-5 April 2026

Kolaborasi jadi kunci

Berbagai sesi diskusi pada hari pertama menyoroti pentingnya kolaborasi sebagai strategi utama dalam industri. Dalam sesi “Collab & Conquer”, pelaku usaha menekankan bahwa kolaborasi tidak hanya meningkatkan eksposur, tetapi juga membuka peluang menghadirkan pengalaman baru bagi konsumen.

Andy Ruswar selaku Direktur Kuliner, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, mengatakan, “Yummy Expo 2026 mencerminkan kekuatan kolaborasi dalam ekosistem kuliner Indonesia. Kami berharap platform ini dapat mendorong inovasi, memperkuat peran kreator, serta membuka lebih banyak peluang bagi pelaku industri untuk berkembang.”

Sementara, Dr. Miftah Farid selaku Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Kementerian Perdagangan, menambahkan, “Yummy Expo 2026 menjadi momentum penting untuk mendorong produk F&B Indonesia semakin kompetitif di pasar global. Melalui kolaborasi dan penguatan kualitas, kami optimistis pelaku industri dapat memperluas jangkauan ekspornya.

Selain diskusi, Yummy Expo juga menghadirkan program interaktif seperti sesi memasak (cookversation), hingga aktivitas eksplorasi rempah yang melibatkan pengunjung secara langsung. Pendekatan ini memperkuat engagement sekaligus memperkaya pengalaman audiens.

Puncak hari pertama ditandai dengan Yummy Awards 2026, yang memberikan apresiasi kepada pelaku industri atas inovasi dan kontribusinya. Sejumlah brand seperti Fore Coffee, Kopi Kenangan, hingga Lemonilo masuk dalam daftar penerima penghargaan di berbagai kategori, mulai dari inovasi rasa, keberlanjutan, hingga transformasi digital.

Brand lokal jadi sorotan

Memasuki hari kedua, fokus bergeser pada perkembangan brand kuliner lokal yang dinilai semakin kompetitif, baik di pasar domestik maupun global. Pelaku usaha dituntut tidak hanya menjaga kualitas produk, tetapi juga membangun brand yang kuat dan relevan.

Dalam sesi “Local Stories, Global Impact”, CEO Sour Sally Group, Donny Pramono, menekankan pentingnya fondasi bisnis yang solid sebelum melakukan ekspansi. Konsistensi kualitas, diferensiasi produk, dan positioning yang jelas menjadi faktor utama agar brand mampu bersaing di tingkat global.

Sementara itu, Ketua HIPMI Culinary Indonesia, Cikhita Virginia, menyoroti pentingnya ekosistem yang kolaboratif untuk mendorong pertumbuhan brand lokal. Menurutnya, potensi pelaku usaha Indonesia sangat besar, namun perlu didukung ruang kolaborasi agar bisa berkembang bersama.

Yummy Expo 2026 digelar di Kota Kasablanka, Jakarta, 3-5 April 2026

Pengalaman interaktif

Hari kedua juga diisi berbagai sesi interaktif, mulai dari pengalaman meracik kopi ala kafe hingga eksplorasi inovasi menu lokal seperti “Ayam Kremes Sambal Tangkap”. Kegiatan ini menegaskan pentingnya inovasi dalam menjaga relevansi dengan selera konsumen.

Selain itu, diskusi mengenai standar halal menjadi salah satu sorotan penting. Para pembicara menekankan bahwa halal tidak hanya terkait produk akhir, tetapi mencakup seluruh proses produksi, mulai dari bahan baku hingga peralatan. Pendekatan menyeluruh ini dinilai penting untuk menjaga kualitas sekaligus membangun kepercayaan konsumen.

Melalui rangkaian acara selama dua hari, Yummy Expo 2026 mempertegas perannya sebagai katalis bagi pertumbuhan industri kuliner Indonesia. Tidak hanya menghadirkan tren dan inovasi, ajang ini juga mendorong kolaborasi yang lebih luas demi memperkuat daya saing brand lokal di tengah dinamika pasar yang semakin kompetitif.

Editorial Team