Jakarta, FORTUNE - Industri fintech syariah Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada 2024, sektor ini mencatat pertumbuhan aset sebesar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total aset mencapai Rp4,5 triliun dan transaksi mencapai Rp8 triliun di sektor P2P lending syariah
Meski demikian, kesiapan untuk melantai di bursa masih menjadi tantangan. Wakil Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), Muhamad Ismail, menyatakan bahwa industri fintech syariah tengah mempersiapkan diri untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Kita masih memberdayakan supaya fintech player-nya lebih tumbuh, naik secara fundamental, sehingga tahun ini fokus dan konsen AFSI masih lebih banyak di literasi," ujar Ismail dalam Go Public Workshop 2025 bertajuk 'Navigating Indonesia's Market Needs & IPO Opportunities for Shariah Fintech' di Gedung BEI, Jakarta, dikutip Jumat (2/5).