Jakarta, FORTUNE – Tren kenaikan harga emas yang terus meroket hingga menyentuh Rp2,94 juta per gram pada 11 Februari 2026 menjadi momentum emas bagi industri perbankan syariah. Tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi pada komoditas safe haven ini berdampak langsung pada lonjakan kinerja pembiayaan dan penjualan emas pada sejumlah bank syariah.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dan PT Bank BCA Syariah menjadi dua pemain yang mencatatkan pertumbuhan signifikan. Kedua entitas ini melaporkan peningkatan portofolio bisnis emas yang agresif sepanjang tahun berjalan.
Sebagai pemain terbesar, BSI membukukan pertumbuhan bisnis emas sebesar 78,60 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Sepanjang 2025, bank bersandi saham BRIS ini mencatatkan nilai total bisnis cicil dan gadai emas mencapai Rp22,90 triliun.
Segmen cicil emas memberikan kontribusi terbesar senilai Rp12,89 triliun, atau tumbuh 101,23 persen (YoY). Sementara itu, lini bisnis gadai emas menyumbang Rp10,02 triliun dengan kenaikan 56,05 persen (YoY).
Direktur Penjualan dan Distribusi BSI, Anton Sukarna, menilai capaian ini mencerminkan pemahaman masyarakat yang kian baik terhadap instrumen investasi syariah.
“Ini pertumbuhan yang luar biasa. Dan insya Allah kami akan terus mensosialisasikan terkait investasi emas ini agar masyarakat makin paham terkait model investasi emas," ujar Anton.
Selain pembiayaan, BSI juga memperkuat lini bisnis bullion bank. Penjualan emas fisik mencapai 2,2 ton sepanjang 2025. Hingga akhir tahun lalu, ekosistem emas BSI telah melayani 1,1 juta nasabah, yang terdiri dari 640.000 nasabah produk Cicil Emas dan Gadai Emas, serta 530.000 nasabah bullion untuk layanan titipan dan jual beli.
Pertumbuhan juga dicatatkan oleh BCA Syariah. Anak usaha PT Bank Central Asia Tbk ini melaporkan lonjakan pembiayaan emas hingga 238 persen (YoY) dengan nilai penyaluran Rp520 miliar pada 2025.
Untuk menjaga momentum ini, BCA Syariah fokus memperluas ekosistem melalui kemitraan strategis. Setelah menggandeng Galeri24 dan Pegadaian, bank ini resmi bekerja sama dengan mitra baru, Hartadinata, sejak awal 2026.
“Ke depan, kita akan kerja sama dengan UBS di Surabaya juga sedang kami jajaki. Jadi, kolaborasi dengan mitra emas akan terus kami tingkatkan,” kata Direktur BCA Syariah, Pranata, saat ditemui di Jakarta, Selasa (10/2).
