Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Jemaah di Masjidil Haram, Makkah (Dok. Media Center haji)
Jemaah di Masjidil Haram, Makkah (Dok. Media Center haji)

Jakarta, FORTUNE - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatat kinerja positif dalam pengelolaan dana haji 2025. Sepanjang tahun lalu, BPKH membukukan nilai manfaat sebesar Rp12,09 triliun, dengan total dana kelolaan mencapai Rp180,72 triliun.

Kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana haji tercermin dari kenaikan jumlah pendaftar. Sepanjang 2025, jumlah pendaftar haji baru tercatat 488.419 jemaah, melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) sebanyak 422.000 jemaah.

Dari sisi kinerja investasi, pengelolaan dana haji sepanjang 2025 menghasilkan imbal hasil sebesar 6,86 persen. Capaian ini berkontribusi langsung terhadap perolehan nilai manfaat yang mencapai Rp12,09 triliun.

Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menegaskan pihaknya terus menjaga amanah dana umat. “BPKH berkomitmen menjaga dana haji tetap aman, dikelola secara hati-hati, dan memberi manfaat berkelanjutan bagi jemaah,” ujarnya, melansir laman resmi BPKH, Rabu (11/2).

Dari sisi kesehatan keuangan, BPKH memastikan seluruh indikator berada dalam kondisi aman dan solid. Likuiditas BPKH tercatat kuat dengan rasio 2,47 kali Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), melampaui batas aman minimal. Sementara itu, tingkat solvabilitas mencapai 100,62 persen.

Adapun Cost to Income Ratio (CIR) BPKH berada di angka 3,44 peesen, jauh di bawah batas maksimal yang ditetapkan sebesar 5 persen.

Ke depan, BPKH menyatakan akan terus memperkuat tata kelola, manajemen risiko, serta strategi investasi syariah yang terukur agar dana haji dapat tumbuh secara berkelanjutan dan kepercayaan publik tetap terjaga.

Topics

Editorial Team