Jakarta, FORTUNE – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) membukukan laba bersih sebesar Rp1,2 triliun sepanjang 2025. Capaian ini menandai pertumbuhan sebesar 13 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Kualitas pembiayaan yang terjaga kuat menjadi motor utama pertumbuhan bank dengan kode saham BTPS itu.
Hingga akhir 2025, emiten BTPS ini menyalurkan pembiayaan total sebesar Rp10,35 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp9 triliun mengalir ke sektor mikro.
Bank juga berhasil menekan rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) gross ke level 2,92 persen. Angka ini membaik secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada level 3,96 persen.
Sementara itu, rasio NPF net tetap stabil pada posisi 0,02 persen.
Keberhasilan ini tidak lepas dari model bisnis pendampingan melalui skema Community Officer (CO). Melalui Pertemuan Rutin Sentra (PRS), para agen CO terjun langsung memberikan edukasi dan modul relevan bagi nasabah inklusi.
“Model bisnis pendampingan yang kami jalankan terbukti relevan dan berkelanjutan dalam melayani masyarakat inklusi,” ujar Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (13/2).
Fachmy menambahkan, fokus pada segmen ini terbukti efektif memberdayakan masyarakat. Berdasarkan pemantauan internal dan hasil survei bank, jumlah nasabah yang berada dalam kategori kemiskinan ekstrem terus menunjukkan tren penurunan.
Dari sisi pendanaan, BTPN Syariah mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 4 persen (YoY) menjadi Rp12,21 triliun.
Kondisi fundamental bank juga tetap kokoh. Hal ini tecermin dari rasio imbal hasil aset atau Return on Assets (RoA) yang mencapai 7,2 persen dan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 57,7 persen.
