Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Pemerintah Indonesia menerbitkan sukuk ritel hijau senilai Rp21,8 triliun sejak 2019 hingga 2022 dalam rangka mengatasi perubahan iklim. Selain itu, Indonesia juga menerbitkan sukuk hijau global mencapai US$5 miliar sejak 2018 hingga 2022. Hal itu disampaikan Menkeu dalam acara World Bank bertajuk Climate Change and Indonesia's Future: An Intergenerational Dialogue.
"Kita juga mengembangkan instrumen fiskal dan keuangan di dalam rangka mengatasi isu climate change, salah satunya adalah dalam bentuk instrumen green bond atau juga yang kita combine dengan sukuk atau sharia based instrument," kata Sri Mulyani, melansir ANTARA, Selasa (28/11).
Menurutnya, penerbitan sukuk hijau tersebut mampu mengurangi emisi hingga sekitar 10,5 juta ton CO2e. Adapun perinciannya, yakni 5,7 juta ton setara karbon dioksida (CO2e) pada 2018, 3,2 juta ton CO2e pada 2019, 1,4 juta ton CO2e pada 2020 dan 202.674 ton CO2e pada 2021, sehingga total mencapai sekitar 10,5 juta ton CO2e.