Jakarta, FORTUNE— PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dan PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) menuai berkah Ramadan yang terealisasi dengan moncernya kinerja perseroan.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan kinerja BSI (unaudited) pada akhir Februari 2026 menunjukkan pertumbuhan yang solid pada berbagai indikator utama. Pembiayaan mampu naik 14,32 persen (YoY) menjadi Rp323 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen konsumer, khususnya bisnis emas.
“Pertumbuhan pembiayaan juga ditopang dari strategi dalam memperkuat diferensiasi melalui bisnis bulilon bank yang menjadi salah satu keunggulan BSI,” kata Anggoro melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Jumat (27/3).
Kinerja ini, lanjut Anggoro, turut diperkuat oleh peningkatan kelolaan emas yang telah mencapai 22,5 ton serta basis nasabah yang terus berkembang hingga 23 juta dalam empat tahun terakhir.
Di sisi lain, pendapatan berbasis komisi (fee-based income) meningkat menjadi Rp1,47 triliun, atau tumbuh 30 persen (YoY). Kondisi ini membuat profitabilitas BSI mencapai Rp1,36 triliun atau tumbuh 17 persen (YoY).
Tak jauh berbeda, BCA Syariah juga mengalami peningkatan pembiayaan emas 281 persen (YoY) menjadi Rp789 miliar pada akhir Februari 2026. Dengan demikian, total pembiayaan bagi hasil dari anak usaha BCA ini telah mencapai Rp9,36 triliun pada dua bulan pertama 2026.
“BCA Syariah optimistis pembiayaan Emas iB dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap total pembiayaan perseroan sepanjang tahun ini," kata Direktur BCA Syariah, Pranata.
Dari sisi profitabilitas, BCA Syariah juga membukukan laba bersih komprehensif tahun berjalan (unaudited) senilai Rp77,74 miliar pada Februari 2026. Dilansir dari laporan keuangannya, laba itu ditopang oleh berbagai pos pendapatan bagi hasil dan piutang.
