Comscore Tracker
SHARIA

Ini 4 Tips Pengelolaan Keuangan Syariah bagi Milenial 

Pengelolaan keuangan harus spesifik dan terukur.

Ini 4 Tips Pengelolaan Keuangan Syariah bagi Milenial Gandi Purwandi/Shutterstock

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE -  Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkomitmen meningkatkan literasi dan edukasi mengenai ekonomi syariah ke berbagai lini masyarakat.  

Untuk mencapai hal tersebut, Laznas BSMU bersama BSI menyelenggarakan webinar LIKES Talk dengan tema “Millenial Jago Atur Duit” Sabtu (9/10). Hadir dalam acara ini Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh; CFO Fineaja, Zahra Nabila Kurnia; dan perwakilan Likes & Educational Group Manager Laznas BSMU. 

Seperti diketahui, Golongan masyarakat yang paling potensial untuk menggerakkan ekonomi syariah adalah masyarakat milenial. Oleh karena itu dalam acara tersebut diberikan tips bagi milenial dalam mengelola keuangan.

1. Pengelolaan uang harus bertujuan spesifik

CFO Fineaja, Zahra Nabila Kurnia memberikan beberapa tips dalam mengelola keuangan. Pada tips pertama, milenial harus mempunyai spesifik tujuannya dalam menabung atau mencapai tujuan finansial tertentu. "Harus jelas untuk apa, mengapa, dan kapan targetnya,” kata Zahra.   

Seperti diketahui, gaya hidup milenial terlihat kurang memperhatikan soal finansial. Kebiasaan "nongkrong" di cafe atau makanan cepat saji membuat milenials sulit untuk menabung. Oleh karena itu niat tujuan harus ditentukan oleh milenial untuk menabung.

2. Terukur dalam perencanaan keuangan

Tips kedua, pengelolaan keuangan harus terukur tujuan dan perencanaan keuangannya. Untuk pengelolaan budget, Zahra memberikan tips bisa menggunakan rule 50/30/20. 

Dalam mekanisme pengelolaan keuangan ini, disarankan mengalokasikan 50% uang yang dimiliki untuk keperluan esensial seperti rumah, tagihan, transportasi dan asuransi. Untuk 30% sisanya bisa digunakan untuk budget entertainment yaitu belanja dan hobi. Sedangkan 20% sisanya digunakan untuk tujuan keuangan, dan tabungan masa tua. 

3. Opitmis tujuan harus bisa tercapai

Zahra menambahkan, pada tips ketiga adalah perkiraan tujuan yang bisa dicapai. Dirinya menyebut, jangan sampai tujuan pengelolaan keuangan ini terlalu jauh sehingga tidak bisa dicapai.   

Dalam tipsnya, Zahra juga memberikan penekanan selalu menyisihkan uang yang dimiliki untuk dana darurat. Untuk jumlah dana darurat juga disesuaikan dengan kondisi misal lajang sebanyak 3-6 dari pengeluaran per bulan. Sementara itu, bagi yang sudah menikah antara 6-12 kali pengeluaran per bulan. 

"Untuk instrumennya dana darurat ini harus mempunyai kriteria yaitu aman, likuid dan mudah diakses," kata Zahra. 

4. Tujuan harus relevan

Tips keempat lanjut Zahra ialah pengelolaan keuangan harus relevant. Dalam arti lain pengelolaan keuangan harus mempunyai tujuan yang tepat. Sementara itu tujuan juga dapat diikuti secara waktu kapan bisa mencapai tujuan tersebut.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh menjelaskan bahwa dalam mengelola keuangan disarankan mengikuti jejak Rasulullah SAW yaitu siddiq atau benar, amanah atau jujur, dan fathonah atau cerdas. 

“Yang membedakan pengelolaan keuangan syariah adalah perhatian kepada tujuan akhir yaitu akhirat melalui instrumen ZISWAF atau Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf,” kata Irwan.   

Secara umum, ada beberapa instrumen investasi syariah yang bisa dipilih milenial misalkan jika yang mempunyai profil risiko rendah bisa mengambil produk sukuk atau surat utang syariah. Sedangkan jika yang mempunyai profil risiko high risk bisa mengambil investasi saham.   

Related Articles