Comscore Tracker
SHARIA

Ini Profil Indra Falatehan, Direktur Utama Baru Bank Muamalat

Cicipi jabatan singkat direktur utama KB Bukopin Syariah.

Ini Profil Indra Falatehan, Direktur Utama Baru Bank MuamalatDirektur Utama Bank Muamalat Indra Falatehan

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE - Indra Falatehan telah resmi menjadi Direktur Utama baru dari PT Bank Muamalat Tbk. (Bank Muamalat) menggantikan Achmad K. Permana. Hal tersebut tertuang dalam hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari Selasa, (29/11) di Muamalat Tower, Jakarta.

Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah, menjelaskan terpilihnya Indra merupakan hasil keputusan bersama dari sejumlah pemegang saham.

Cicipi jabatan singkat direktur utama KB Bukopin Syariah

Indra Falatehan sebelumnya masih menjabat sebagai sebagai Direktur Utama Bank KB Bukopin Syariah yang terhitung aktif sejak 3 Oktober 2022 lalu. Jabatan tersebut hanya berlangsung selama satu bulan sebelum dipilih memimpin Bank Muamalat.

Dalam informasi yang dihimpun, Indra tercatat telah lama berkarier di industri keuangan syariah. Indra sempat menjabat Group Head Corporate Banking Bank Syariah Mandiri (BSM). Selain itu, Indra juga lama berkarier di Bank BJB Syariah dan mencicipi sejumlah jabatan seperti Direktur Keuangan, Direktur Pembiayaan, dan terakhir menjabat sebagai Direktur Utama.

Raih gelar magister UI

Dari sisi pendidikan, Indra Falatehan telah menamatkan gelar Sarjana Teknik Jurusan Gas dan Petrokimia Universitas Indonesia (UI). Kemudian, Indra kembali melanjutkan studi S2 nya di Universitas Indonesia dan menyabet gelar Magister Manajemen Universitas Indonesia.

Direktur Eksekutif Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Herdian S. Tomo, yang juga pemegang saham BMI, mengatakan penggantian tongkat kepemimpinan tersebut karena masa kerja Permana telah berakhir. Permana telah menjabat Dirut BMI selama lima tahun.

Bank syariah pertama di Indonesia ini mencatatkan total aset sebesar Rp59,87 triliun Per Juni 2022 (unaudited). Sedangkan untuk total pembiayaan gross mencapai Rp18,93 triliun. Per 30 Juni 2022, pemegang saham terdiri dari BPKH (82,7 persen), Islamic Development Bank (2,0 persen), dan lainnya (15,3 persen).

Related Articles