Jakarta, FORTUNE - Facebook merugikan anak-anak, memicu perpecahan, dan melemahkan demokrasi—begitulah citra Facebook di mata eks manajer produknya yang bernama Frances Haugen. Tak ayal, berbagai kritik terlontar dari perempuan itu, ditujukan untuk platform serta para petingginya.
Menurut Haugen, Facebook membahayakan kesehatan mental anak-anak perempuan. Bahkan, dia juga mempersoalkan kendali luas Mark Zuckerberg atas perusahaan.
“Para eksekutif tahu bagaimana cara membuat Facebook dan Instagram lebih aman (bagi semua kalangan), tetapi tak akan membuat perubahan lanjutan karena mereka mengutamakan keuntungan di atas kepentingan masyarakat,” katanya, dikutip CBS News, Rabu (13/10).
Sisi kritisnya membuatnya membocorkan dokumen internal Facebook kepada Kongres Amerika Serikat (AS) dan The Wall Street Journal. Langkah itu mengubahnya menjadi whistleblower yang mengorek sisi gelap raksasa teknologi, bergabung dengan deretan mantan karyawan lain mengambil keputusan serupa lebih dulu.
Mengutip The Guardian, berikut 5 whistleblower perusahaan teknologi selain Haugen. Simak baik-baik ulasannya.