Jakarta, FORTUNE - Sandra Matz, ilmuwan sosial komputasional dan profesor di Columbia Business School, menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) berpotensi mengubah lanskap kesehatan mental secara revolusioner. Namun, perubahan ini juga datang dengan risiko besar yang perlu diwaspadai.
Menurut Matz, lebih dari satu dari lima orang dewasa di AS mengalami masalah kesehatan mental, tetapi kurang dari setengahnya mendapatkan perawatan profesional. Demikian diungkap kepada Fortune.com, dikutip Senin (17/2).
Di tingkat global, kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga profesional sangat besar, dengan satu tenaga kesehatan mental harus melayani lebih dari 10.000 klien potensial. Kondisi ini terus memburuk dari tahun ke tahun.
Laporan dari National Center for Health Workforce Analysis memperkirakan bahwa pada tahun 2036 akan ada kebutuhan tambahan 60.000 profesional kesehatan mental, tetapi jumlah tenaga kerja justru diprediksi berkurang lebih dari 10.000.