Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Downpic.cc-image475402215.jpg
ilustrasi Siri (dok. Apple)

Intinya sih...

  • Dilabeli kode nama "Campos" dan dapat diakses melalui input suara atau teks.

  • Apple tertinggal dalam persaingan AI dan mengalami masalah dengan Siri.

  • Apple telah menyalip Samsung sebagai vendor smartphone teratas di dunia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Raksasa teknologi, Apple, dikabarkan tengah menyiapkan modifikasi mendalam pada asisten pintar Siri dengan mengubahnya menjadi chatbot kecerdasan buatan (AI) serupa ChatGPT. Strategi itu diajukan guna memulihkan daya saing perusahaan tersebut di tengah kencangnya adopsi AI generatif global.

Sumber Bloomberg menyebutkan chatbot Siri terbaru ini akan menjadi pusat perhatian dalam presentasi Apple di Worldwide Developers Conference (WWDC) pada Juni mendatang. Teknologi ini direncanakan terintegrasi secara mendalam pada pembaruan iOS 27.

Proyek yang secara internal diberi kode nama “Campos” tersebut dirancang merespons input suara maupun teks. Fitur ini nantinya akan tertanam kuat ke dalam sistem operasi iPhone, iPad, serta Mac, sekaligus menggantikan antarmuka Siri yang digunakan saat ini.

Laman 9to5 Mac melansir, pengguna tetap dapat memanggil layanan baru ini dengan cara yang sama seperti mengakses Siri sekarang, yakni melalui perintah suara atau menekan tombol samping perangkat. Inovasi ini diperkirakan meluncur resmi pada September, bertepatan dengan jadwal rutin perilisan pembaruan perangkat lunak utama Apple.

Transformasi Siri menandai perubahan besar dalam arah kebijakan perusahaan. Sebelumnya, Wakil Presiden Senior Apple, Craig Federighi, sempat menyatakan keengganannya menjadikan Siri sebagai chatbot. Ia lebih memprioritaskan opsi AI yang terintegrasi secara fungsional.

Namun, strategi tersebut akhirnya bergeser seiring meningkatnya tekanan dari kesuksesan AI milik pesaing. Apple juga mulai merasakan ancaman nyata dari rencana OpenAI yang ingin memasuki segmen perangkat keras, sebuah proyek yang dipimpin oleh mantan kepala desain ikonik Apple, Jony Ive.

Langkah ini juga menjadi jawaban atas kritik bahwa Apple tertinggal dalam kontes AI. Menurut Tech Crunch, perusahaan asal Cupertino ini sempat beberapa kali menunda peluncuran "Siri yang lebih personal". Apple bahkan menghabiskan sepanjang tahun lalu untuk mencari mitra potensial dan menguji teknologi dari para pesaing seperti OpenAI hingga Anthropic.

Hingga kini, Apple masih berupaya mengatasi serangkaian kendala teknis. Upaya mengintegrasikan Large Language Model (LLM) melalui "Apple Intelligence" sebelumnya dinilai kurang memuaskan. Menurut pengamatan para ahli, kemampuan generatif Siri masih terdengar canggung, terpatah-patah, serta rentan mengalami kesalahan, sehingga kehilangan daya saing di hadapan asisten AI lainnya.

Sebagai langkah konkret menambal celah tersebut, Apple menggandeng Google Gemini sebagai mitra AI. Kemitraan strategis ini telah dikonfirmasi oleh kedua raksasa teknologi tersebut pada awal tahun ini.

Meski berjuang keras pada bidang AI, performa bisnis perangkat keras Apple justru menunjukkan taringnya. Apple berhasil menyalip Samsung sebagai vendor ponsel pintar nomor satu di dunia.

Berdasarkan data International Data Corporation (IDC), sebanyak 336,3 juta ponsel pintar telah dikirimkan secara global pada kuartal terakhir 2025. Apple memimpin pasar dengan pengiriman 81,3 juta unit dan menguasai pangsa pasar sebesar 24,2 persen.

Sementara itu, Samsung mengakhiri 2025 dengan volume pengiriman 61,2 juta unit atau setara dengan pangsa pasar 18,2 persen.

Editorial Team