Jakarta, FORTUNE — Pergerakan kapal tanker Pertamina di Selat Hormuz menjadi perhatian seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dilaporkan masih berada di sekitar Teluk Persia, sementara pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan Iran agar kapal dapat melintas dengan aman.
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan telah menerima respons positif dari Iran terkait permintaan tersebut. “Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” ujar Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela di Jakarta, Jumat (27/3).
Pernyataan ini menegaskan adanya kemajuan diplomatik, yang kemudian ditindaklanjuti pada aspek teknis dan operasional agar pelayaran kapal dapat dilanjutkan.
