Ilustrasi aset kripto. Shutterstock/Chinnapong
Crypto lending dianggap memiliki sejumlah kelebihan ketimbang jenis pinjaman lainnya. Meski demikian, perlu dicatat bahwa layanan peminjaman aset kripto ini juga memiliki risiko. Investor harus mempertimbangkannya dengan cermat ketika akan memanfaatkan layanan tersebut.
Berikut sejumlah kelebihan crypto lending.
Crypto lending memiliki persyaratan lebih longgar ketimbang peminjaman lewat bank. Di bank, misalnya, skor kredit serta riwayat pendapatan dapat menentukan nasib nasabah yang berupaya mengajukan pinjaman.
Menurut Coinvestasi, proses dalam crypto lending jauh lebih bisa disesuaikan. Peminjam dapat menentukan berapa lama menginginkan pinjamannya, rasio pinjaman terhadap nilai (LTV), dan mata uang fiat atau stablecoin apa yang mereka inginkan untuk dibayarkan.
Jumlah pinjaman akan bergantung pada seberapa banyak jaminan yang diberikan
Proses meminjam lebih cepat dan bahkan instan. Investor dapat memperoleh dana dalam hitungan jam usai pengajuan pinjaman disetujui.
- Suku bunga pinjaman rendah
Crypto lending menawarkan tingkat suku bunga pinjaman yang terjangkau di bawah 10 persen.
Dalam layanan peminjaman ini, peminjam dapat menyesuaikan pinjaman sesuai kebutuhan dan beralih dari satu aset kripto ke aset kripto lain pada satu platform. Misalnya, ketika investor meminjam aset Tether (USDT), maka dia dapat membayarkan setorannya dalam bentuk Ether (ETH) atau aset kripto lainnya, demikian laman Pintu.
Risiko dari cyrpto lending ini datang dari sejumlah hal, seperti dilansir dari situs web Coinvestasi. Crypto lending merupakan platform layanan yang jauh lebih baru serta berisiko ketimbang perbankan yang telah diatur ketat.
Dalam platform desentralisasi, terdapat risiko dalam teknologi kontrak pintar. Sebab, kode komputer dalam bentuk kontrak pintar mengatur aliran modal dalam sistem. Ini memunculkan teori bahwa peretas dapat menyerang platform melalui bug atau eksploitasi.
Selain itu, bisa jadi ada masalah likuiditas yang rendah pada platform terdesentralisasi. Dengan begitu, suku bunga dapat bergeser secara drastis jika sejumlah besar modal masuk atau keluar dari sistem.
Ada pula risiko perpajakan dan regulasi dalam crypto lending. Penggunaan utama dari pinjaman aset kripto ini kerap dikaitkan dengan upaya menghindari pembayaran pajak.
Selain itu, banyak platform terdesentralisasi beroperasi tanpa lisensi dan tanpa pengungkapan KYC. Itu dapat berarti masa depan peraturan mereka tidak dapat diprediksi.