Jakarta, FORTUNE - Digital Edge mengumumkan investasi sebesar US$4,5 miliar atau lebih dari Rp75 triliun untuk membangun pusat data hyperscale berbasis AI di GIIC Industrial Estate, Bekasi. Fasilitas yang diberi nama CGK Campus ini bakal diperkuat dengan kapasitas awal 500 MW.
Pembangunan akan dilakukan secara bertahap, dengan gedung pertama diperkirakan bakal beroperasi pada kuartal IV-2026. Setelah itu, gedung kedua diproyeksikan bisa dipakai pada kuartal I-2027, dan gedung ketiga kuartal II-2027.
CEO Digital Edge, John Freeman, menyatakan CGK Campus menjadi bagian dalam strategi perusahaan di Asia Pasifik, serta menjadi investasi infrastruktur terbesar perusahaan.
“Langkah ini akan memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi lonjakan permintaan layanan digital, cloud, dan AI di tahun-tahun mendatang,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (29/1).
Permintaan kapasitas pangkalan data di Indonesia meningkat signifikan seiring dengan pertumbuhan layanan digital, cloud, dan pemanfaatan AI pada berbagai industri. Dengan potensi ekspansi hingga 1GW, CGK Campus dirancang menjadi salah satu fasilitas hyperscale terbesar di Indonesia.
Sementara itu, CEO Digital Edge Indonesia, Stephanus Oscar, menyatakan CGK Campus diluncurkan demi menjawab kebutuhan infrastruktur digital nasional yang telah tumbuh lebih cepat dari ketersediaannya.
Data center campus adalah kawasan terpadu yang menampung beberapa bangunan pusat data dalam satu lokasi besar. Kompleks ini akan ditopang oleh jaringan fiber dan infrastruktur Indonet, anak usaha Digital Edge di Indonesia.
“Seluruh rute baru ke GIIC dibangun sepenuhnya di bawah tanah untuk meningkatkan keandalan dan ketahanan jaringan. Didukung perangkat berstandar tinggi dan pemantauan canggih, integrasi ini memastikan solusi carrier‑neutral yang siap memenuhi kebutuhan hyperscale dan enterprise,” kata CEO Indonet, Andy Rigoli.
EDGE DC, salah satu penyedia pusat data dan bagian dari platform Digital Edge, telah mengumumkan rebranding menjadi Digital Edge Indonesia pada 9 Desember 2025.
Sejak berdiri pada 2018 sebagai EDGE DC, perusahaan tersebut telah melayani berbagai sektor, mulai dari cloud, layanan keuangan, hyperscale, enterprise, dan jaringan.
EDGE DC memiliki dua fasilitas utama, yakni EDGE1 dan EDGE2, dengan kapasitas gabungan 29MW.
