ilustrasi DNS (unsplash.com/Edho Pratama)
Cara kerja DNS adalah melalui berbagai tahapan, di antaranya:
1. DSN Query
Ini merupakan tahapan pertama dari DNS, yaitu meminta informasi soal IP. Dimulai dengan pengguna memasukan URL pada address bar.
Sistem akan memproses dan melakukan pencarian informasi pada file hosts.
Selanjutnya, server akan berusaha mencari tahu melalui sistem cache, bila tidak menemukan pada file hosts.
DNS query memiliki tiga jenis, di antaranya:
Di mana DSN aka memberikan respon kepada pengguna melalui dua kemungkinan.
Pertama, DNS akan menampilan informasi yang relevan. Kedua, DNS akan menampilkan informasi tidak bisa ditemukan (pesan error).
Saat pengguna memasukan hostname, DNS akan mencari cache yang sesuai atau mencari pada root server dan authoritative name server.
Jenis yang satu ini melakukan pencarian pada cache dan melewati pencarian pada root server dan authoritative name server.
2. DNS Recursor/DNS Recursive Resolver
Pada tahapan ini, sistem DNS akan mencari URL yang dimasukkan pada Internet Service Provider (ISP).
3. Root name server
Merupakan tahapan sistem yang mencari informasi pada root name server. Hal ini dilakukan bila tidak menemukan informasi pada ISP.
Root name server adalah sebuah database yang memiliki jawaban yang mendekati mengenai URL yang diketikkan pengguna.
Sistem ini biasanya akan membawa informasi ke pihak yang lebih mengetahui.
4. TLD name server
Setelah melalui tahapan root name server, DNS akan mencari informasi melalui top-level domain seperti .com, .org, .edu, .id, dan domain spesifik lainnya.
5. Authoritative name server
Tahapan DNS terakhir ini adalah sistem akan membaca lengkap informasi mengenai situs yang dituju.
Dimana DNS akan menampilkan situs yang Anda minta pada halaman browser. Hasil yang diminta biasanya memiliki masa waktu tertentu.