Jakarta, FORTUNE - Bagai mendapat durian runtuh, Telegram meraih keuntungan berkat ‘musibah’ yang melanda grup Facebook. Aplikasi berbagi pesan itu mengklaim kedatangan puluhan juta ‘pengungsi’ ketika seluruh platform Facebook mengalami gangguan.
Wajar saja, sebab saat aplikasi grup Facebook bermasalah, 3,5 miliar penggunanya kehilangan akses terhadap WhatsApp, Instagram, Messenger, serta Facebook. Kondisi tersebut mendorong mereka mencari alternatif.
Pendiri sekaligus bos Telegram, Pavel Durov, mengatakan lebih dari 70 juta pengguna baru beralih ke platformnya. “Dari segi ukuran, tingkat pertumbuhan harian Telegram melampaui level normalnya. Kami menyambut pengungsi dari platform lain itu (hanya) dalam satu hari,” ujar Durov di salurannya, dikutip Reuters, Rabu (6/10).