Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
IBM Think Singapore 2025 (IDN Times/Fatkhur Rozi)
IBM Think Singapore 2025 (IDN Times/Fatkhur Rozi)

Jakarta, FORTUNE - IBM dan AMD menjalin kerja sama strategis untuk mengembangkan arsitektur komputasi generasi berikutnya. Kedua perusahaan akan menggabungkan kekuatan komputer kuantum, komputasi berkinerja tinggi (high performance computing/HPC), dan akselerator AI dalam konsep yang disebut quantum-centric supercomputing.

Kolaborasi ini bertujuan menciptakan platform berskala besar berbasis open-source yang berpotensi mendefinisikan ulang masa depan komputasi. IBM membawa kepemimpinan dalam pengembangan komputer kuantum dan perangkat lunaknya, sementara AMD memperkuat dari sisi HPC dan akselerator AI.

“Komputasi kuantum akan mensimulasikan dunia alami dan merepresentasikan informasi dengan cara yang sepenuhnya baru,” kata Arvind Krishna, Chairman dan CEO IBM, dalam keterangan pers, Rabu (27/8).

“Dengan mengeksplorasi bagaimana komputer kuantum IBM dan teknologi komputasi berkinerja tinggi dari AMD dapat bekerja bersama, kami akan membangun model hibrida yang kuat untuk melampaui batas komputasi tradisional," katanya, menambahkan.

Sementara itu, Lisa Su, Chair dan CEO AMD menegaskan bahwa komputasi berkinerja tinggi adalah fondasi dalam memecahkan tantangan paling penting di dunia.

"Saat kami bermitra dengan IBM untuk mengeksplorasi konvergensi komputasi berkinerja tinggi dan teknologi kuantum, kami melihat peluang besar untuk mempercepat penemuan dan inovasi," katanya.

Dalam arsitektur quantum-centric supercomputing, komputer kuantum bekerja berdampingan dengan CPU, GPU, dan mesin komputasi klasik lain. Pendekatan hibrida ini memungkinkan setiap komponen masalah ditangani dengan paradigma paling sesuai. Contohnya, komputer kuantum dapat mensimulasikan perilaku molekul, sementara superkomputer klasik menangani analisis data skala besar.

IBM dan AMD juga tengah mengintegrasikan CPU, GPU, dan FPGA AMD dengan komputer kuantum IBM untuk mempercepat pengembangan algoritme baru. Upaya ini mendukung visi IBM menghadirkan komputer kuantum tahan gangguan (fault-tolerant quantum computing) pada akhir dekade ini, dengan teknologi AMD berpotensi menyediakan kemampuan koreksi kesalahan secara real-time.

Kedua perusahaan berencana menggelar demonstrasi awal tahun ini untuk menunjukkan penerapan workflow hibrida kuantum-klasik. Mereka juga akan mengeksplorasi pemanfaatan ekosistem open-source seperti Qiskit guna mempercepat adopsi algoritme baru.

IBM sendiri telah lebih dahulu menjalin kolaborasi serupa, di antaranya dengan RIKEN yang menghubungkan komputer kuantum IBM Quantum System Two dengan superkomputer Fugaku di Jepang, serta dengan Cleveland Clinic, Pemerintah Basque, dan Lockheed Martin.

Dari sisi AMD, teknologi CPU dan GPU perusahaan ini telah mendukung Frontier di Oak Ridge National Laboratory—superkomputer pertama yang menembus batas exascale. AMD EPYC™ CPU dan AMD Instinct™ GPU juga menjadi tulang punggung El Capitan di Lawrence Livermore National Laboratory, menjadikan AMD pemasok teknologi untuk dua superkomputer tercepat di dunia versi daftar TOP500.

Topics

Editorial Team