Jakarta, FORTUNE - Meta Platforms Inc. mulai memangkas lebih dari 1.000 karyawan pada divisi Reality Labs. Strategi itu diambil demi mengalihkan sumber daya dari produk virtual reality (VR) dan Metaverse menuju pengembangan perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI) serta fitur seluler.
Penghematan dari pergeseran investasi ini akan dialokasikan untuk memacu pertumbuhan segmen baru.
“Bulan lalu kami mengatakan bahwa kami mengalihkan sebagian investasi kami dari Metaverse ke perangkat wearable. Kami berencana untuk menginvestasikan kembali penghematan tersebut untuk mendukung pertumbuhan perangkat wearable tahun ini,” demikian juru bicara Meta, dikutip FOX Business, Rabu (14/1).
Karyawan terdampak mulai menerima pemberitahuan pada Selasa pagi. Berdasarkan pesan internal dari Chief Technology Officer Meta, Andrew Bosworth, pengurangan staf ini diperkirakan berdampak pada sekitar 10 persen dari total 15.000 pekerja pada unit Reality Labs.
Keputusan pahit ini dilatari oleh kinerja keuangan yang terus merosot. Melansir laporan Bloomberg, divisi Reality Labs—yang mengelola produk headset VR dan platform Horizon Worlds—telah mengalami kerugian kumulatif lebih dari US$70 miliar sejak 2021.
Pada kuartal ketiga tahun lalu saja, divisi ini menderita kerugian operasional US$4,4 miliar dengan pendapatan hanya US$470 juta.
Visi Metaverse, sebuah dunia virtual tempat orang dapat bekerja, bermain, dan berolahraga, telah menjadi proyek yang sangat membebani kas perusahaan.
Upaya Meta mendominasi pasar headset VR kelas atas demi menghadapi persaingan teknologi global ternyata tidak berkembang secepat yang dibayangkan Mark Zuckerberg saat ia mengubah nama perusahaan pada 2021.
Desember tahun lalu, para eksekutif telah membahas pemotongan anggaran hingga 30 persen untuk grup Metaverse.
Fokus kini dialihkan pada proyek yang lebih menjanjikan secara komersial, seperti kacamata AI hasil kemitraan dengan EssilorLuxottica SA (Ray-Ban dan Oakley).
Zuckerberg menyatakan kinerja kacamata tersebut telah melampaui ekspektasi perusahaan.
Meski Meta akan terus mengembangkan ekosistem Metaverse, fokusnya akan lebih berat pada perangkat ponsel ketimbang headset VR. Tim perangkat lunak diarahkan untuk mengembangkan alat kreator berbasis AI yang diintegrasikan langsung ke perangkat seluler.
“Dengan basis pengguna potensial yang lebih besar dan tingkat pertumbuhan tercepat saat ini, kami mengalihkan tim dan sumber daya hampir secara eksklusif ke perangkat seluler untuk terus mempercepat adopsi di sana,” demikian juru bicara yang sama.
Laporan Engadget menyebutkan Meta juga akan menutup tiga studio VR, yakni Armature, Sanzaru, dan Twisted Pixel. Selain itu, aplikasi kebugaran VR populer, Supernatural, dipastikan tidak akan lagi mendapatkan pembaruan konten.
