Jakarta, FORTUNE - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan jaringan 5G dapat mencakup 8,5 persen luas permukiman Indonesia sepanjang 2026. Menteri Komdigi, Meutya Hafid, menyatakan hingga 2025, layanan 5G telah menjangkau 6,33 persen luas permukiman Indonesia.
“Ini melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 4,4 persen,” ujar Meutya dalam Rapat dengan Komisi I DPR, dikutip Selasa (27/1).
Di samping itu, jaringan telekomunikasi 4G ditargetkan mencapai 99,05 persen populasi Indonesia sepanjang 2026. Dari capaian 2025, layanan 4G telah menjangkau 98,95 persen populasi Indonesia.
Kementerian tersebut yakin target sebesar itu dapat tercapai, seiring dengan lelang frekuensi yang akan mendukung layanan 5G. Lelang frekuensi diprediksi juga dapat membantu layanan 4G.
“Terkait dengan rencana kami untuk menggelar lelang frekuensi 5G ini, semoga target jangkauan 2026 bisa kami capai,” ujarnya.
Sementara itu, Komdigi menyatakan cakupan fixed broadband nasional telah menjangkau 5.253 kecamatan pada 2025, atau setara 72,12 persen. Pada 2026, target cakupan fixed broadband adalah 5.973 kecamatan atau 82 persen dari jumlah keseluruhannya di Indonesia.
Rata-rata kecepatan mobile broadband di Tanah Air pun ditargetkan dapat mencapai 80 Mbps pada 2026. Sementara itu, hingga 2025, rata-rata kecepatan mobile broadband mencapai 63,51 Mbps.
Di lain pihak, rata-rata kecepatan fixed broadband ditargetkan mencapai 64 Mbps pada 2026, naik dari 51,84 Mbps pada 2025.
Menurut keterangan Komdigi, Internet murah dan cepat dengan kualitas Broadband Wireless Access (BWA) 1,4 GHz telah siap dioperasikan secara bertahap. Komitmen pelayanannya menjangkau 10,8 juta rumah tangga pada 2030.
Untuk tahun ini, Internet murah ini ditargetkan dapat menjangkau 1,99 juta penduduk/rumah tangga.
