Jakarta, FORTUNE - Kotak plastik kecil yang berbunyi bip dan menampilkan angka-angka itu merupakan penyelamat bagi Laurie Dove pada 1993.
Laman AP melansir, Jumat (20/9), saat mengandung anak pertamanya di sebuah rumah di pedesaan Kansas, Dove menggunakan pager itu untuk tetap berhubungan dengan suaminya, yang juga membawa satu, dan mereka memiliki kode khusus.
“Jika saya benar-benar membutuhkan sesuatu, saya akan mengirim pesan singkat '9-1-1.' Itu berarti apa saja, mulai dari, 'Aku akan melahirkan sekarang' hingga 'Aku benar-benar perlu menghubungimu” ujar Dove sambil mengenang pengalaman tersebut.
Pager atau penyeranta sebagai alamat komunikasi yang populer pada dekade 1980-an, telah punah dalam beberapa dasawarsa lalu dengan kemunculan telepon pintar.
Namun, kini penyeranta muncul kembali dalam bentuk kejadian tragis pada Selasa (17/9), ketika ribuan alat ini disabotase dan meledak secara bersamaan di Lebanon.
Kejadian tersebut sedikitnya menewaskan belasan orang dan melukai ribuan lainnya.
Bersamaan dengan peristiwa ini, Israel mengumumkan perang babak baru terhadap Hizbullah.
Dalam banyak foto, darah menandai tempat pager biasanya disimpan—pada ikat pinggang, saku, dekat tangan. Ini mengingatkan kita betapa dekatnya orang memegang perangkat tersebut, dan memunculkan kerentanan serta segala kemungkinan.