Jakarta, FORTUNE – Pengembang maupun perusahaan aset kripto memiliki sejumlah cara untuk mempromosikan aset digital miliknya kepada investor, baik individu maupun institusi. Dalam hal ini, airdrop menjadi salah satu contoh aktivitas promosi di dunia kripto.
Airdrop merujuk kepada pemberian aset kripto baru secara cuma-cuma ataupun gratis kepada sejumlah orang ataupun komunitas oleh pengembang token. Dalam praktiknya, aset kripto yang dikirimkan oleh developer akan langsung diterima oleh investor melalui dompetnya.
Menurut laman Zipmex, airdrop dapat terjadi melalui prosedur Initial Coin Offering (ICO). Dalam implementasinya, investor bisa menebus kripto baru itu ketika masa penawaran awal sebelum aset resmi terdaftar di platform pertukaran.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu aktivitas promosi. Ini biasanya dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aset kripto baru. Pada saat bersamaan, airdrop dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan volume perdagangan aset kripto baru di platform pertukaran.
Situs web Bitocto menyebutkan sejumlah alasan pengembang menawarkan airdrop. Selain demi meningkatkan kesadaran investor, kegiatan itu untuk menarik minat investor. Aset kripto yang diberikan secara gratis dapat mendorong pembicaraan di kalangan investor. Terlebih, dalam dunia aset kripto, rumor merupakan sebentuk engagement antara pengembang dan investor.