Jakarta, FORTUNE – Salah satu strategi yang populer dalam investasi maupun trading aset kripto adalah buy the dip. Para investor ataupun trader kelas aset ini bisa menggunakan taktik tersebut ketika kondisi pasar sedang lesu.
Buy the dip merujuk kepada strategi pembelian aset ketika harganya sedang turun dari harga tertingginya. Taktik ini memungkinkan seorang investor ataupun trader pun menebus aset ketika harganya sedang “diskon”. Lantas, ketika harga aset tersebut membaik, investor bisa beroleh keuntungan,
Seperti halnya pasar aset investasi lain, pasar aset kripto memiliki siklus. Ada periode ketika pasar mengalami kenaikan. Namun, ada pula periode ketika pasar sedang lesu, sebagaimana dilansir dari laman Pintu.
Strategi buy the dip memakai asumsi bahwa harga aset yang telah mencapai titik terendah nantinya akan mengalami kenaikan, demikian laman Zipmex. Dengan begitu, investor memiliki peluang untuk mengakumulasi aset ketika harganya sedang murah.
Investor profesional biasanya membuat batas untuk melakukan buy the dip, yakni ketika harga aset turun 30 persen dari posisi tertinggi. Namun, batas ini bergantung pada investor masing-masing.