Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Merger OnePlus-Realme, Strategi Baru Oppo Tekan Biaya
Kantor pusat OPPO/Dok. Arsitek Zaha Hadid

Jakarta, FORTUNE - Langkah restrukturisasi besar dilakukan Oppo dengan mengintegrasikan dua merek di bawahnya, OnePlus dan Realme, ke dalam satu entitas bertajuk sub-series business unit. Setelah sempat beredar kabar soal kemungkinan penutupan merek di awal 2026, arah strategi induk usaha Oppo kini mulai terlihat lebih jelas.

Sejumlah laporan dari media Cina serta sumber industri mengonfirmasi bahwa Oppo telah merampungkan penggabungan internal OnePlus dan Realme ke dalam struktur organisasi baru tersebut.

Kebijakan ini mencerminkan perubahan signifikan dalam pengelolaan portofolio merek di bawah payung BBK Electronics, dengan fokus pada efisiensi operasional serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya. Dalam susunan baru, unit ini akan dikomandoi langsung oleh CEO Realme, Sky Li, melansir Gizmochina.

Perombakan juga menyentuh aspek pemasaran. Xu Qi, yang sebelumnya memimpin pemasaran global Realme, kini diberi mandat mengelola sistem pemasaran dan layanan untuk OnePlus dan Realme secara bersamaan.

Di sisi pengembangan produk, Oppo membentuk pusat khusus yang terbagi antara tim domestik dan internasional. Struktur ini dipimpin oleh Li Jie yang melapor langsung kepada pendiri OnePlus, Pete Lau. Sementara itu, mantan eksekutif Realme, Wang Wei, ditunjuk sebagai wakil manajer umum.

Perubahan paling mendasar terjadi di sektor teknis. Seluruh aktivitas riset dan pengembangan Realme kini sepenuhnya diintegrasikan ke dalam sistem Oppo.

Divisi seperti imaging dan perangkat keras tidak lagi berjalan secara terpisah, melainkan menjadi bagian dari ekosistem inti perusahaan. Indikasi integrasi ini sebenarnya telah muncul dalam beberapa bulan terakhir, antara lain melalui pemindahan tim Realme ke kantor pusat Oppo serta pengambilalihan layanan purna jual Realme di Cina oleh jaringan Oppo sejak 1 April 2026.

Selain itu, dukungan layanan kini mencakup berbagai perangkat dalam satu ekosistem, mulai dari smartphone hingga tablet dan perangkat IoT dari kedua merek.

Konsolidasi ini dipandang sebagai upaya Oppo untuk menghapus sekat antar-merek demi meningkatkan efisiensi dan mempercepat ekspansi pasar. Dengan kontrol yang lebih terpusat, perusahaan diharapkan mampu menekan biaya sekaligus memperkuat daya saing di industri yang semakin ketat.

Meskipun demikian, arah ke depan masih menyisakan pertanyaan, terutama terkait sejauh mana identitas masing-masing merek akan dipertahankan.

Bagi konsumen, integrasi ini memunculkan spekulasi apakah karakter produk OnePlus dan Realme yang selama ini menyasar segmen berbeda, akan mengalami perubahan. Dampak dari langkah ini diperkirakan mulai terlihat pada jajaran produk yang meluncur hingga akhir 2026, seiring implementasi penuh struktur baru tersebut.

Editorial Team