Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
ilustrasi Mark Zuckerberg (flickr.com/Anthony Quintano)
ilustrasi Mark Zuckerberg (flickr.com/Anthony Quintano)

Intinya sih...

  • Meta Compute dibangun untuk memperkuat infrastruktur AI perusahaan

  • Mark Zuckerberg menunjuk tiga eksekutif untuk memimpin proyek baru ini

  • Meta menggelontorkan US$66 miliar hingga US$72 miliar untuk belanja modal 2025

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - CEO Meta, Mark Zuckerberg, resmi mengumumkan pembentukan divisi baru bernama Meta Compute demi memperkuat infrastruktur kecerdasan buatannya (AI). Perusahaan itu juga berencana membangun infrastruktur AI dengan kapasitas daya puluhan gigawatt dalam satu dekade ke depan.

Zuckerberg menyatakan penguasaan infrastruktur fisik akan menjadi pembeda utama dalam persaingan teknologi global.

“Meta berencana membangun puluhan gigawatt dalam dekade ini, dan ratusan gigawatt atau lebih seiring waktu. Bagaimana kami merekayasa, berinvestasi, dan bermitra untuk membangun infrastruktur ini akan menjadi keunggulan strategis,” ujar Zuckerberg melalui unggahan pada platform Threads, Selasa (13/1).

Meta menunjukkan keseriusannya dengan menggelontorkan belanja modal (capex) jor-joran. Laman Tech Crunch melansir perkiraan belanja modal (capex) 2025 pada rentang US$66 miliar hingga US$72 miliar. Belanja yang terhitung agresif itu diprediksi tetap berlanjut hingga 2026.

Salah satu proyek mercusuarnya adalah pusat data Hyperion berkapasitas 2GW. Untuk mendanai proyek ini, Meta menjalin usaha patungan (joint venture) senilai US$27 miliar dengan Blue Owl Capital, yang menanggung 80 persen dari total biaya tersebut. Padahal, model Llama 4 miliknya kurang ditanggapi secara antusias.

Besarnya target komputasi Meta membawa konsekuensi pada lonjakan konsumsi listrik yang setara dengan kebutuhan sebuah negara kecil. Mengantisipasi hal tersebut, induk perusahaan Facebook ini mengumumkan tiga kemitraan baru dengan pengembang energi nuklir untuk memasok armada pusat datanya yang terus berkembang.

Kesepakatan strategis dijalin dengan dua pengembang reaktor modular kecil, TerraPower dan Oklo, serta raksasa listrik ritel Vistra. Secara total, kerja sama ini memberikan Meta akses terhadap 6,6 GW tenaga nuklir yang stabil dan rendah emisi.

Guna memimpin Meta Compute, Zuckerberg menunjuk tiga eksekutif dengan spesialisasi lintas sektor, yakni Santosh Janardhan (Head of Global Infrastructure), yang bertanggung jawab atas arsitektur teknis, perangkat lunak, serta operasionalisasi jaringan pusat data global; Daniel Gross memimpin strategi kapasitas jangka panjang, kemitraan pemasok, serta analisis pemodelan bisnis; dan Dina Powell McCormick (Presiden dan Wakil Ketua Perusahaan) akan berfokus pada kerja sama dengan otoritas publik serta strategi pendanaan infrastruktur Meta.

Editorial Team