Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
tampilan iklan di ChatGPT
tampilan iklan di ChatGPT (openai.com)

Intinya sih...

  • Mulai mengalami tekanan biaya operasional yang membengkak.

  • Iklan tidak akan ditampilkan pada pengguna premium atau akun pengguna di bawah usia 18.

  • Dipandang sebagai cara menghasilkan pendapatan dari 800 juta pengguna aktif mingguannya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - OpenAI memutuskan untuk memonetisasi basis penggunanya dengan mulai menguji coba penayangan iklan pada chatbot andalannya, ChatGPT. Strategi ini menyasar pengguna paket gratis dan tingkat dasar (Go) di Amerika Serikat (AS).

Keputusan ini diambil di tengah tekanan biaya operasional yang membengkak. Financial Times melaporkan pada semester pertama 2025 saja, OpenAI membukukan kerugian sekitar US$8 miliar. Beban ini didorong oleh biaya infrastruktur AI, pusat data, dan ekspansi global yang agresif.

Padahal, platform ini memiliki basis pengguna raksasa. Laporan Waya mencatat terdapat 800 juta pengguna aktif mingguan (weekly active users), tapi tingkat konversinya rendah: hanya 5 persen yang berlangganan paket berbayar.

Pada laman resminya, OpenAI menjelaskan iklan akan muncul pada bagian bawah jawaban jika relevan, tanpa memengaruhi integritas output AI yang dihasilkan.

“Setelah kami mulai menguji format iklan pertama kami dalam beberapa minggu dan bulan mendatang, kami berharap dapat memperoleh umpan balik dari masyarakat dan memastikan bahwa iklan dapat mendukung akses luas ke AI serta menjaga kepercayaan yang menjadikan ChatGPT berharga,” demikian manajemen OpenAI, dikutip Senin (19/1).

Menyadari sensitivitas privasi, OpenAI menjamin tidak akan membagikan isi percakapan dengan pemasar. Topik sensitif seperti kesehatan atau politik akan tetap bebas iklan, dan pengguna di bawah usia 18 tidak akan menjadi target penayangan.

Pengguna premium (Plus, Pro, Business, Enterprise) juga dipastikan tetap menikmati layanan bebas iklan.

“Kami menjaga kerahasiaan percakapan Anda dengan ChatGPT dari pengiklan, dan kami tidak pernah menjual data Anda kepada pengiklan,” demikian perusahaan tersebut.

CEO OpenAI, Sam Altman, sebelumnya dikenal vokal menyuarakan sikapnya yang anti terhadap model bisnis iklan dan menyebutnya sebagai jalan terakhir. Namun, realitas finansial tampaknya memaksa perubahan arah tersebut.

OpenAI tidak sendirian dalam dilema ini. Pada 2025, pesaingnya, Perplexity, sempat menunjuk Taz Patel sebagai Kepala Periklanan dan Belanja, meski ia meninggalkan posisi tersebut sembilan bulan kemudian.

Sementara itu, Google membantah laporan bahwa pihaknya telah menghubungi pengiklan untuk menayangkan iklan di Gemini pada 2026.

Analis memperingatkan risiko migrasi pengguna ke pesaing seperti Gemini atau Claude (Anthropic) jika iklan dinilai mengganggu. Namun, di sisi lain, manuver OpenAI ini bisa menekan kompetitor untuk mempertegas posisi "bebas iklan" mereka sebagai diferensiasi pasar.

Menurut laporan Reuters, OpenAI tengah mempersiapkan kemungkinan IPO paling cepat pada paruh kedua 2026. Langkah monetisasi via iklan ini dinilai menjadi upaya konkret membangun bisnis berkelanjutan (sustainable) di mata investor.

Di tengah upaya penyehatan keuangan ini, OpenAI juga menghadapi tekanan hukum dari salah satu pendirinya, Elon Musk. Pemilik xAI tersebut mengajukan gugatan senilai US$134 miliar.

OpenAI menanggapi gugatan tersebut sebagai tindakan tidak berdasar dan bagian dari kampanye pelecehan. Sidang sengketa profil tinggi ini dijadwalkan berlangsung pada April mendatang di Oakland, California.

Editorial Team