Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bos DCI Soroti Kesenjangan Kapasitas Data Center RI di tengah Gempuran AI
Presiden Direktur PT DCI Indonesia Tbk Otto Toto Sugiri saat ditemui di Jakarta, Kamis (21/3). (Eko Wahyudi/Fortune Indonesia)
  • Kapasitas data center aktif di Indonesia saat ini sekitar 200 MW, masih jauh dari kebutuhan layanan digital dan perkembangan AI.

  • Kebutuhan kapasitas data center diperkirakan mencapai 2,8 GW sebelum memperhitungkan AI, lalu berpotensi meningkat setidaknya empat kali lipat.

  • Indonesia perlu meningkatkan infrastruktur digital dan pemerataan internet untuk mengurangi ketergantungan pada pusat data luar negeri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sebelum penggunaan AI berkembang

Indonesia diperkirakan membutuhkan kapasitas data center setidaknya 10–15 watt per kapita. Kebutuhannya diperkirakan mencapai 2,8 gigawatt sebelum memperhitungkan perkembangan AI.

Selasa (13/10)

Toto menyampaikan kondisi kapasitas data center Indonesia dalam acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) XV-2026 di Jakarta.

saat ini

Kapasitas data center aktif di Indonesia disebut sekitar 200 megawatt.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pembangunan data center diproyeksikan meningkat karena kebutuhan layanan digital dan penggunaan AI.
  • Who?
    Toto, Direktur Utama PT DCI Indonesia Tbk, menyampaikan kebutuhan tersebut.
  • Where?
    Indonesia, dengan pernyataan disampaikan dalam acara Indonesia Knowledge Forum XV-2026 di Jakarta.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Selasa (13/10), sementara kapasitas aktif yang disebut adalah kondisi saat ini.
  • Why?
    Lonjakan penggunaan AI dan perkembangan layanan digital meningkatkan kebutuhan kapasitas data center.
  • How?
    Kebutuhan dipenuhi melalui peningkatan data center, infrastruktur digital, dan pemerataan internet di dalam negeri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Data center di Indonesia masih belum cukup untuk kebutuhan internet dan AI. Toto dari DCI Indonesia bilang kapasitasnya sekitar 200 MW. Indonesia mungkin butuh lebih banyak listrik dan tempat data. Internet juga belum merata. Ia berharap Indonesia membangun infrastruktur sendiri supaya biaya mengambil data dari luar negeri tidak besar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Peningkatan kebutuhan data center dapat mendorong Indonesia membangun infrastruktur digital di dalam negeri. Langkah ini juga berpotensi mengurangi ketergantungan pada pusat data luar negeri yang dapat menambah biaya akses dan pemindahan data. Pemerataan internet menjadi bagian penting agar perkembangan layanan digital dan AI dapat ditopang secara nasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Pembangunan data center diproyeksikan bakal terus meningkat seiring lonjakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Direktur Utama PT DCI Indonesia Tbk (DCII), Toto Sugiri mengatakan kapasitas data center aktif di Indonesia saat ini sekitar 200 megawatt (MW). Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan untuk memenuhi perkembangan layanan digital, telebih adanya keberadaan AI.

"Kita memang masih terbelakang dari sisi volume," kata Toto dalam acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) XV-2026 di Jakarta, Selasa (13/10).

Ia menyebut, sebelum penggunaan AI berkembang, Indonesia membutuhkan kapasitas data center setidaknya 10–15 watt per kapita. Dengan jumlah penduduk sekitar 260 juta jiwa, dalam perhitungannya, kebutuhan kapasitas data center diperkirakan mencapai 2,8 gigawatt (GW). Proyeksi tersebut belum memperhitungkan perkembangan AI.

Dengan demikian, kebutuhan itu berpotensi meningkat setidaknya empat kali lipat seiring penggunaan AI. Toto mencontohkan, kebutuhan daya untuk satu pencarian Google di data center sekitar 0,3 watt, sedangkan satu permintaan atau inquiry ChatGPT membutuhkan sekitar 3 watt.

"Itu akan menjadi pekerjaan rumah kita untuk bisa [berkembang]. Makanya disini mulai banyak suara negatif-negatif tentang data center. Memang kita mau jadi negara primitif nanti," ujar Toto.

Sejalan dengan kebutuhan data center, infrastruktur disebut juga perlu ditingkatkan. Ia menyoroti masalah internet yang belum merata secara nasional.

"Memang disayangkan dulu [internet] yang ke daerah itu banyak kena kasus korupsi," katanya.

Ia berharap, Indonesia dapat membangun infrastruktur digital di dalam negeri. Sebab ketergantungan pada pusat data di luar negri berpotensi menambah biaya untuk mengakses dan memindahkan data.

"Bayangkan berapa besar biaya dan berapa banyak infrastruktur yang akan harus dibayar oleh pemerintah untuk mengakses datanya di luar negeri," katanya.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article