Jakarta, FORTUNE - Kecerdasan buatan (AI) terus berevolusi dan menjadi kian pintar. SAP, raksasa teknologi asal Jerman, memperkuat pertaruhan dalam sistem AI yang dapat bertindak secara mandiri—layaknya agen—dalam sederet solusi bisnis multisektor demi peningkatan produktivitas, inovasi, juga bekal dalam menghadapi disrupsi global.
Ada yang tak biasa dalam gelaran SAP Sapphire 2025 di Orange County
Convention Center, Orlando, Florida, akhir Mei lalu. Panggung utama yang biasanya menampilkan demo dan paparan inovasi terbaru perusahaan teknologi Jerman itu tiba-tiba dihadiri pula oleh Kapten Tim Golf Pria Eropa, Luke Donald dan Wakil Kapten Ryder Cup Amerika Serikat (AS), Jim Furyk.
Chief Executive Officer (CEO) SAP, Christian Klein, bahkan menantang keduanya untuk bertanding kecil-kecilan di sana. “Ini adalah bagian dari sesi keynote yang paling membuat saya gugup,” kata Klein (20/5). “Tapi akan sangat disayangkan jika kita tidak melakukan kompetisi kecil ini di saat Jim dan Luke sudah datang ke konferensi ini.” Rupanya, itu merupakan caranya mengumumkan kemitraan SAP sebagai sponsor global kompetisi golf pria dua tahunan tim Eropa dan Amerika Serikat, Ryder Cup 2025.
Mengapa golf? Menurut Klein, olahraga ini sulit diprediksi sebab dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal di luar kendali para atlet; cuaca, arah angin, kerumunan, dan pantulan bola. Pandangan itu diamini oleh Donald dan Furyk. “Tapi kita dapat mengontrol usaha, tindakan, dan rutinitas kita [sebelum bertanding], serta hal-hal lain yang serupa dengan itu,” kata Donald. “Yang terpenting, menyiapkan strategi. Itu selalu krusial untuk seluruh pemain.”
Hal yang sama berlaku juga pada bisnis. Menyiapkan segala strategi yang dapat membantu menghadapi ketidakpastian akan berdampak signifikan. Untuk itulah Klein dan tim SAP mengembangkan solusi seperti SAP Business Suite.
Itu termasuk segala inovasi baru yang didukung teknologi AI seperti ekspansi jaringan agen AI dalam SAP Joule. Agen AI sendiri adalah sistem cerdas yang memiliki kemampuan memahami ekosistem bisnis, membuat keputusan, hingga bertindak secara independen untuk mencapai tujuan tertentu.
Chief Technology Officer SAP, Philipp Herzig mengatakan, Joule tak hanya ditanamkan di berbagai solusi bisnis SAP, tapi juga terintegrasi ke berbagai data perusahaan. Saat ini, Joule telah menyediakan lebih dari 1.600 kapabilitas yang mampu mendukung tugas berbagai bidang, dari SDM, keuangan, rantai pasokan, dan sebagainya. Agen AI SAP juga didukung oleh lebih dari 230 skenario AI di berbagai produknya. SAP menargetkan menyediakan lebih dari 400 skenario AI pada akhir 2025.
Sekarang, lebih dari 34.000 pelanggan SAP menggunakan SAP Business AI setiap hari untuk mentransformasikan cara kerja mereka. Contohnya, British Telecom, yang menghemat 85 persen waktu dalam mencari kandidat dengan kemampuan tepat. Tugas terkait perekrutan karyawan pun selesai 40 persen lebih cepat. Solusi ini pun digunakan oleh Bank Danamon di Indonesia.
Lebih lanjut, Standard Chartered bahkan dapat menciptakan agen tarif hanya dalam beberapa hari melalui kombinasi teknologi Joule dan AI perusahaan. Agen dengan kecerdasan buatan itu dapat memindai dan mengeksplorasi potensi dampak kebijakan tarif yang berlangsung. Dengan begitu, Standard Chartered dapat menyusun langkah rekomendasi untuk para klien dalam menyiasati dinamika kebijakan tarif tersebut.
Pemimpin program transformasi sistem keuangan Standard Chartered Bank ‘Aspire’, Tom Pfaff, memulai perjalanan perombakan itu sejak enam tahun lalu. Awalnya memang agak kewalahan, sebab mereka telah memiliki sistem keuangan dan treasury berusia lebih dari 30 tahun. Meruntuhkan tembok kokoh itu membutuhkan usaha besar. Dus, Standard Chartered Bank memilih SAP sebagai mitra yang tak hanya menyediakan aplikasi, tapi juga mengelola infrastruktur hingga memastikan fondasi dari transformasinya solid.
“Sekarang, jika melihat perkembangannya, kami sudah ada di posisi luar biasa. Kami sedang memproses kenaikan hingga US$2 triliun akun pelanggan ritel melalui sistem kami,” katanya.
