Jakarta, FORTUNE - Pinterest mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 15 persen karyawannya sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis dan pengalihan fokus ke pengembangan kecerdasan buatan (AI). Kebijakan ini disampaikan perusahaan melalui dokumen pengajuan kepada regulator pada Selasa, 27 Januari 2026.
Platform berbagi gambar yang berbasis di San Francisco tersebut menyatakan langkah ini ditempuh untuk mendukung agenda transformasi jangka panjang, seiring perusahaan mengalokasikan lebih banyak sumber daya ke produk dan kapabilitas berbasis AI. Dalam keterangannya, Pinterest menegaskan bahwa restrukturisasi ini juga mencakup penataan ulang strategi penjualan dan pendekatan ke pasar.
“Kami sedang melakukan realokasi sumber daya untuk memprioritaskan tim yang berfokus pada AI serta produk dan kapabilitas yang ditenagai teknologi tersebut,” tulis Pinterest dalam dokumen pengajuan sekuritasnya, mengutip CNBC.
Selain memangkas jumlah karyawan, Pinterest juga berencana mengurangi penggunaan ruang kantor fisik. Perusahaan menargetkan seluruh proses restrukturisasi rampung pada akhir September 2026, dengan estimasi biaya sebelum pajak sebesar US$35 juta hingga US$45 juta.
Melansir The Associated Press, PHK ini diperkirakan berdampak pada ratusan pekerja. Hingga akhir tahun lalu, jumlah karyawan Pinterest tercatat sekitar 5.200 orang.
Pengumuman tersebut turut memicu reaksi pasar. Saham Pinterest dilaporkan ditutup melemah lebih dari 9 persen setelah kabar restrukturisasi dan PHK diumumkan ke publik. Langkah ini mencerminkan tekanan yang dihadapi perusahaan teknologi di tengah perlambatan ekonomi digital dan meningkatnya belanja untuk teknologi baru.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pinterest memang agresif mengintegrasikan AI ke dalam platformnya, khususnya pada fitur yang berinteraksi langsung dengan pengguna. Pada Oktober lalu, perusahaan meluncurkan pembaruan papan (boards) berbasis AI dan memperkenalkan Pinterest Assistant, fitur belanja berbasis AI yang memberikan rekomendasi produk secara personal.
CEO Pinterest, Bill Ready, sebelumnya menyampaikan keyakinannya terhadap strategi tersebut. “Investasi kami di bidang AI dan inovasi produk mulai membuahkan hasil,” kata Ready pada November lalu.
Pinterest bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang memangkas tenaga kerja sambil meningkatkan investasi di AI. Tahun lalu, Amazon mengumumkan pemangkasan sekitar 14.000 posisi korporat seiring percepatan belanja AI. Data firma konsultan Challenger, Gray & Christmas bahkan mencatat hampir 55.000 PHK di Amerika Serikat sepanjang tahun lalu dikaitkan dengan adopsi teknologi AI.
Meski sejumlah analis menilai AI kerap dijadikan dalih untuk efisiensi biaya, Pinterest menegaskan transformasi berbasis kecerdasan buatan menjadi kunci untuk menjaga daya saing perusahaan di tengah perubahan cepat lanskap industri teknologi global.
