Jakarta, FORTUNE – Perusahaan teknologi finansial, Pluang, meluncurkan produk Saham Indonesia, Kamis (23/4). Langkah tersebut diambil guna mengatasi fragmentasi pasar keuangan yang kerap memaksa investor menggunakan pelbagai aplikasi berbeda. Melalui inovasi teranyar ini, Pluang menyederhanakan seluruh proses investasi menjadi satu pusat kendali.
Dengan diluncurkannya inisiatif terbaru itu, Pluang memosisikan diri sebagai platform yang mengintegrasikan akses langsung ke lebih dari 950 saham Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain saham domestik, ekosistem tunggal ini mencakup saham Amerika Serikat, aset kripto, emas digital, crypto futures, hingga reksa dana.
Hingga akhir Maret 2026, Pluang mencatatkan lebih dari 13 juta pengguna terdaftar.
Co-Founder Pluang, Claudia Kolonas, menyatakan upaya ini bertujuan mengikis kesenjangan akses investasi, baik untuk instrumen luar negeri maupun komoditas emas digital di dalam negeri.
"Selama ini, ada jarak antara pasar modal domestik dan peluang diversifikasi global. Kami hadir untuk close the gap. Dengan menghadirkan produk Saham Indonesia langsung pada satu aplikasi, kami tidak hanya menambah akses diversifikasi, tapi kami membangun infrastruktur," ujar Claudia melalui keterangan resmi di Jakarta.
Menurut Claudia, peluncuran ini menjadi momentum penting bagi pasar modal Tanah Air. Hal ini berpijak pada penyesuaian bobot indeks MSCI yang menekankan kriteria free float sebesar 15 persen. Kebijakan tersebut diperkirakan bakal memacu peningkatan likuiditas pasar secara signifikan.
Optimisme ini senada dengan tren pertumbuhan investor domestik. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan jumlah Single Investor Identification (SID) melonjak 37 persen. Angka tersebut menembus 20 juta investor pada akhir 2025.
“Di tengah gelombang baru ini, partisipasi investor ritel akan menjadi penentu utama stabilitas pasar. Pluang hadir untuk menjembatani partisipasi tersebut dengan menyediakan infrastruktur yang lebih inklusif, memudahkan jutaan investor baru untuk masuk ke pasar ekuitas domestik secara aman dan efisien,” kata Claudia.
Kendati menawarkan kemudahan akses, Pluang memastikan seluruh layanan berada di bawah pengawasan ketat. Produk yang disajikan oleh entitas dalam Grup Pluang telah mengantongi izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI).
