Jakarta, FORTUNE - Riset terbaru dari Anthropic menunjukkan kecerdasan buatan sudah mampu mengerjakan porsi besar dari banyak pekerjaan, memicu kembali perdebatan tentang masa depan tenaga kerja kerah putih global. Perkembangan pesat AI generatif pada awal 2026 berjalan beriringan dengan meningkatnya kecemasan terhadap potensi otomatisasi pekerjaan.
Laporan Anthropic pada awal Maret menyoroti bagaimana paparan AI terhadap berbagai profesi terus meningkat, meski dampaknya belum merata. Namun, paparan AI tidak serta-merta berarti penggantian pekerja.
Kepala ekonom Anthropic, Peter McCrory, mengatakan data paparan AI justru dapat membantu perusahaan, pembuat kebijakan, dan profesional menyesuaikan alur kerja sebelum terjadi disrupsi besar di pasar tenaga kerja. “Paparan terhadap AI sama sekali bukan berarti fatal,” ujarnya, mengutip Fortune.com.
McCrory menjelaskan bahwa dampak AI lebih tepat dianalisis dengan melihat pekerjaan sebagai kumpulan tugas. Dalam kerangka ini, tingkat paparan AI ditentukan oleh tugas spesifik yang dilakukan pekerja, bukan oleh jabatan secara keseluruhan.
Anthropic juga membedakan antara paparan teoretis, apa yang secara teknis bisa dilakukan model AI dan penggunaan aktual di dunia kerja. Menurut McCrory, AI merupakan teknologi serbaguna yang berpotensi memengaruhi hampir semua sektor ekonomi. Namun, data penggunaan nyata menunjukkan bahwa adopsinya tidak selalu mengikuti potensi tersebut.
Dengan melacak kesenjangan antara paparan teoretis dan adopsi aktual dari waktu ke waktu, Anthropic mencoba memahami bagaimana kemampuan AI benar-benar diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Pendekatan ini juga membantu memantau potensi penggantian tenaga kerja sebelum terjadi secara luas.
Kesenjangan tersebut terlihat jelas pada pekerjaan terkait coding. Secara teoretis, paparan AI pada tugas coding mencapai sekitar 94 persen. Namun, berdasarkan penggunaan aktual, hanya sekitar 30 persen tugas yang benar-benar diadopsi AI.
Temuan ini menarik karena sekitar tiga hingga empat dari sepuluh percakapan di platform Claude berkaitan dengan coding. Artinya, adopsi AI sangat terkonsentrasi pada pekerjaan terkait coding yang secara keseluruhan hanya mewakili sekitar 3 persen tenaga kerja. Ketika ditelusuri lebih dalam, adopsi tersebut juga terkonsentrasi pada sejumlah kecil tugas tertentu, bukan keseluruhan pekerjaan. Hal ini memperkuat temuan bahwa dampak AI saat ini masih sangat tidak merata antarprofesi.
