Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
IMG_3795.jpeg
ilustrasi peluncuran Satelit Lima Nusantara. Dok PSN

Intinya sih...

  • Telah mencapai orbit geostasionernya di atas Pulau Kalimantan.

  • SNL menggunakan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS).

  • Memainkan peranan dalam pemerataan akses internet di Indonesia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Ambisi Indonesia memperkokoh kedaulatan digital mencapai babak baru. PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) mengumumkan bahwa Satelit Nusantara Lima (SNL), atau Satelit N5, telah tiba di orbit geostasioner pada Kamis, 29 Januari 2026. Keberhasilan ini tidak hanya menuntaskan misi peluncuran, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemilik kapasitas satelit terbesar di kawasan Asia Pasifik.

Satelit N5 kini menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur, tepat di atas Pulau Kalimantan, pada ketinggian 35.786 kilometer di atas permukaan bumi.

Kedatangan ini menandai selesainya tahapan Electric Orbit Raising (EOR), fase menentukan ketika sistem propulsi listrik mengubah orbit satelit secara bertahap dari eliptis menjadi lingkaran sempurna sejak diluncurkan dengan roket Falcon 9 milik SpaceX pada 12 September 2025.

Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso, menyatakan kehadiran SNL merupakan tonggak strategis bagi infrastruktur nasional. Sebagai satelit berteknologi Very High Throughput Satellite (VHTS), N5 membawa kapasitas individu lebih dari 160 Gbps.

Dengan beroperasinya satelit ini, total kapasitas satelit yang dimiliki Indonesia melonjak menjadi lebih dari 400 Gbps, angka tertinggi di Asia Pasifik saat ini.

“SNL ditargetkan beroperasi penuh pada April 2026 dan diharapkan dapat memperkuat ekosistem konektivitas nasional, khususnya dalam mendukung kebutuhan komunikasi data berkapasitas besar serta percepatan transformasi digital di kawasan Asia Tenggara,” ujar Adi dalam keterangan resminya, Kamis (29/1).

Ekspansi layanan ini juga membuka peluang bisnis regional. Dengan kapasitas bandwidth besar, PSN menargetkan layanan broadband satelit ini menjangkau pasar ASEAN, khususnya Malaysia dan Filipina.

Satelit N5 dibangun di atas platform Boeing 702MP dengan usia operasional dirancang lebih dari 15 tahun. Keunggulan utamanya terletak pada teknologi digital payload yang memungkinkan pengelolaan lalu lintas data yang fleksibel dan efisien melalui 101 spot beam Ka-band yang menjangkau seluruh Indonesia.

Meski sudah di orbit, satelit kini memasuki fase percobaan. Project Director SNL sekaligus Direktur Teknologi PSN, Satrio Adiwicaksono, menjelaskan verifikasi kesehatan satelit akan dilakukan secara ketat.

“Tahapan ini untuk memverifikasi kesehatan dan performa satelit pascapeluncuran dan integrasi dengan jaringan ruas/stasiun bumi. Proses ini akan berlangsung sekitar 90 hari, sebelum dilanjutkan dengan tahapan spacecraft handover, yaitu serah terima operasional satelit dari Boeing kepada SNL,” kata Satrio.

Guna memastikan layanan optimal, PSN telah menyiagakan tujuh Stasiun Bumi, yakni Aceh, Bengkulu, Banjarmasin, Cikarang, Gresik, Kupang, dan Tarakan. Integrasi segmen angkasa dan ruas bumi ini diharapkan dapat memeratakan akses internet untuk layanan publik, kesehatan, dan pendidikan hingga ke pelosok negeri.

Editorial Team