Jakarta, FORTUNE - Perkembangan teknologi dan transformasi digital yang kian masif mendorong lonjakan kebutuhan layanan tanda tangan elektronik di Indonesia. Tidak hanya digunakan oleh individu, solusi digital signature kini menjadi infrastruktur penting yang telah digunakan di berbagai sektor untuk mempercepat proses administrasi dan transaksi digital.
Di tengah tren tersebut, persaingan platform tanda tangan elektronik semakin ketat, baik dari pemain lokal maupun global. Sejumlah aplikasi menawarkan layanan mulai dari e-signature, verifikasi identitas digital, hingga automasi workflow dokumen untuk mendukung efisiensi operasional perusahaan.
VP Marketing Privy, Ratu Rima Novia Rahma, mengatakan kebutuhan akan solusi digital yang praktis sekaligus memiliki kekuatan hukum menjadi semakin penting seiring percepatan transformasi digital.
“Di tengah percepatan transformasi digital, kebutuhan akan solusi yang praktis dan memiliki kekuatan hukum menjadi semakin penting. Privy hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan ekosistem digital yang terintegrasi, mulai dari verifikasi identitas, tanda tangan elektronik tersertifikasi, hingga e-Meterai dalam satu platform yang mudah digunakan,” ujarnya.
Berikut sejumlah pemain utama aplikasi tanda tangan digital untuk menandatangani dokumen secara online.
1. Privy
Privy merupakan salah satu pemain dominan di pasar tanda tangan elektronik nasional. Perusahaan ini merupakan Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) resmi yang memiliki lisensi Certificate Authority (CA) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Privy mengklaim telah memiliki lebih dari 71 juta pengguna individu terverifikasi dan digunakan oleh lebih dari 200.000 organisasi di Indonesia. Layanannya banyak dipakai di sektor perbankan, fintech, HR, pendidikan, hingga kesehatan.
Selain layanan tanda tangan elektronik tersertifikasi, Privy juga merupakan salah satu distributor resmi Peruri yang menyediakan e-Meterai. Layanan e-Meterai Privy terintegrasi dengan layanan Tanda Tangan Elektronik (TTE) tersertifikasi Privy, sehingga memungkinkan pengguna untuk membubuhkan meterai dan tanda tangan digital secara sekaligus dalam satu proses
Platform ini juga memberikan jaminan keaslian dokumen digital hingga Rp1 miliar melalui Certificate Warranty.
2. DocuSign
DocuSign menjadi salah satu pemain global terbesar di industri e-signature dan banyak digunakan perusahaan multinasional untuk pengelolaan kontrak digital.
Platform ini menawarkan layanan seperti E-signature, workflow persetujuan dokumen, template kontrak dan sebagainya. Meski memiliki standar keamanan global seperti ISO 27001 dan audit trail dokumen, DocuSign belum tersertifikasi sebagai PSrE resmi di Indonesia.
3. Adobe Acrobat Sign
Adobe Acrobat Sign memperluas bisnis digital document management Adobe melalui layanan tanda tangan elektronik yang terintegrasi dengan Adobe Acrobat dan Document Cloud.
Fitur utama mencakup tanda tangan digital PDF, form digital, workflow persetujuan dokumen. Adobe Sign mendukung enkripsi dokumen dan audit trail, namun belum terdaftar sebagai PSrE di Indonesia.
4. VIDA
VIDA merupakan pemain lokal yang fokus pada layanan digital identity dan electronic signature berbasis biometrik.
Perusahaan ini telah terdaftar sebagai PSrE resmi di bawah Komdigi dan menawarkan verifikasi identitas biometrik, e-KYC dan tanda tangan elektronik. VIDA menyediakan layanan gratis untuk individu dengan batas maksimal 10 tanda tangan per bulan.
5. PandaDoc
PandaDoc dikenal sebagai platform document automation yang banyak digunakan tim sales dan bisnis global untuk pengelolaan proposal dan kontrak digital.
Layanan utamanya meliputi: document builder, e-signature, workflow otomatis dan integrasi CRM seperti HubSpot dan Salesforce. Namun seperti platform global lainnya, PandaDoc belum memiliki sertifikasi PSrE resmi di Indonesia.
