Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Ilustrasi chip memori
Ilustrasi chip memori (Pexels.com/Pixabay)

Intinya sih...

  • Proyeksi harga cip meningkat karena dipicu permintaan AI dan pangkalan data.

  • Synopsys memperkirakan adanya kenaikan harga dan kekurangan pasokan cip hingga 2027.

  • Harga memori naik karena perusahaan seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron memperluas produksi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Perusahaan riset pasar TrendForce memproyeksikan peningkatan harga cip pada kontrak dynamic random access memory (DRAM) konvensional dalam rentang 90-95 persen pada kuartal I-2026. Lonjakan ini dipicu oleh kenaikan permintaan pada teknologi kecerdasan buatan (AI).

Sebelumnya, peningkatan harga DRAM pada kuartal I-2026 diperkirakan 55-60 persen.

“Permintaan AI dan pusat data yang terus berlanjut pada kuartal pertama tahun 2026 semakin memperburuk ketidakseimbangan pasokan dan permintaan memori global, sehingga meningkatkan kekuatan penetapan harga para pemasok,” demikian peryataan TrendForce yang dikutip Reuters (3/2).

Di sisi lain, perusahaan semikonduktor, Synopsys, juga menyatakan peningkatan harga dan kekurangan pasokan cip akan berlangsung hingga 2027. Seiring dengan investasi puluhan miliar dolar untuk infrastruktur pusat data, permintaan akan cip memori meroket, memicu kenaikan harga semikonduktor yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebagai konteks, cip memori adalah komponen utama bagi perangkat elektronik seperti smartphone dan laptop, bagian penting dari pusat data kecerdasan buatan dan server yang terpasang di fasilitas tersebut.

Menurutnya, meskipun perusahaan cip memori seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron berencana memperluas produksi, dibutuhkan minimal dua tahun sebelum mulai dapat berjalan. Faktor tersebut menjadi salah satu alasan mengapa krisis ini diperkirakan akan berlangsung lama.

Secara historis, harga memori berfluktuasi dalam siklus kekurangan pasokan atau kelebihan pasokan, yang menentukan harga komponen tersebut.

“Sekarang adalah masa keemasan bagi perusahaan-perusahaan memori,” kata CEO Synopsys, Sassine Ghazi, dikutip dari CNBC, Selasa (3/2).

Dengan terjadinya lonjakan harga tersebut, perusahaan elektronik konsumen mungkin harus mempertimbangkan kenaikan harga. Raksasa elektronik Cina, Xiaomi, tahun lalu memperkirakan kenaikan harga akan terjadi pada 2026 untuk ponsel.

Editorial Team