Jakarta, FORTUNE - Platform edutech Zenius mengonfirmasi penutupan sementara layanan pada Kamis (3/1). Itu terjadi setelah Zenius beroperasi di Indonesia selama dua dekade.
Manajemen Zenius mengungkapkan tengah mengalami tantangan operasional, sehingga memutuskan mengambil langkah strategis menghentikan operasional layanan secara temporer.
"Kami sangat menyesal atas ketidaknyamanan yang akan ditimbulkan bagi para pengguna," tulis manajemen dalam keterangan resmi, dikutip Kamis. "Tapi kami menjamin bahwa kami tak akan berhenti berusaha."
Sedikit kilas balik, Zenius melakukan PHK pada Februari 2023. 30 posisi terdampak. Perusahaan berdalih langkah itu dilakukan demi keberlanjuan bisnis di tengah 'musim dingin' dunia startup berbasis teknologi.
Lewat keterangan resmi, perusahaan waktu itu mengatakan, "Untuk meraih tujuan mencapai arus kas positif dan memastikan keberlanjutan bisnis, Zenius harus membuat beberapa keputusan sulit yang secara langsung akan mempengaruhi karyawan."
Itu bukan yang pertama. Pada 2022, ada dua gelombang PHK di Zenius. Pertama, pada Mei, yang berdampak terhadap lebih dari 200 pegawai. Kemudian yang kedua dilakukan pada agustus 2022. Tapi, perusahaan tak mengungkapkan total karyawan yang terkena imbas kebijakan itu.